Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, memberikan empat pesan penting kepada para pengelola Barang Milik Negara (BMN) Sekolah Rakyat. Ia menegaskan bahwa masa depan para siswa bergantung pada pengelolaan aset negara yang profesional dan bertanggung jawab.
"Yang kita kelola bukan sekadar barang, tetapi harapan anak-anak Indonesia," ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis pada Kamis (7/5/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka Pelatihan Pengelolaan Barang Milik Negara bagi Pengelola BMN Sekolah Rakyat Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Pusdiklatbangprof Kemensos di Bekasi, Rabu (6/5). Gus Ipul menekankan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program strategis nasional untuk memperluas akses pendidikan dan layanan sosial bagi anak-anak dari keluarga rentan, khususnya desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Oleh karena itu, pengelolaan sarana dan prasarana harus dilakukan secara tertib, profesional, dan sesuai aturan. "Ini adalah gagasan sekaligus program strategis Presiden Prabowo sebagai bagian dari proses pengentasan kemiskinan. Sekolah Rakyat dirancang untuk memotong mata rantai kemiskinan," katanya.
Empat Poin Penting Pengelolaan BMN
Dalam arahannya, Gus Ipul menekankan empat poin penting dalam pengelolaan BMN Sekolah Rakyat:
1. Mengubah Cara Pandang terhadap BMN
Gus Ipul meminta agar BMN tidak lagi dipandang sekadar urusan administrasi dan inventaris, melainkan sebagai instrumen layanan negara. "BMN bukan sekadar urusan administrasi dan inventaris, tetapi instrumen layanan negara," tegasnya. Setiap aset seperti tempat tidur, laptop, hingga gedung sekolah harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas hidup dan masa depan siswa.
2. Tata Kelola yang Tertib dan Akuntabel
Menurut Gus Ipul, Sekolah Rakyat telah menjadi sorotan publik, sehingga pengelolaan harus dilakukan secara rapi dan dapat dipertanggungjawabkan. "Administrasi harus rapi, pencatatan harus lengkap, pengelolaan harus tertib, dan pengadaan harus akuntabel. Catat apa yang kamu kerjakan, kerjakan apa yang kamu catat," pesannya.
3. Respons Cepat terhadap Evaluasi dan Temuan
Gus Ipul mengingatkan bahwa temuan bukan untuk menyalahkan, melainkan sebagai alarm perbaikan. "Kalau ada masalah, cepat diidentifikasi, cepat dilengkapi, cepat dibenahi, dan jangan diulangi," ujarnya.
4. Membangun Budaya Tertib dan Transparan Sejak Awal
Gus Ipul menekankan bahwa banyak masalah besar birokrasi berawal dari hal kecil yang diabaikan. Transparansi menjadi kunci perlindungan bagi negara dan pengelola. "Negara sudah hadir penuh untuk siswa Sekolah Rakyat. Pastikan semua itu tercatat, terawat, dan bermanfaat," jelasnya. "Jaga aset negara seperti menjaga amanah rakyat. Jangan wariskan masalah administrasi ke tahun berikutnya. Yang kita kelola bukan sekadar barang, tetapi harapan anak-anak Indonesia," sambungnya.
Pelatihan ini diikuti oleh 332 peserta yang terdiri dari 166 wakil kepala sekolah bidang sarana prasarana dan 166 pengelola barang/BMN dari Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Kegiatan ini bertujuan memberikan pedoman pengelolaan BMN sekaligus meningkatkan kapasitas peserta dalam penatausahaan aset, termasuk kemampuan mengidentifikasi risiko, temuan, serta melakukan evaluasi pengelolaan BMN.
Hadir dalam kegiatan ini Wakil Menteri Sosial RI Agus Jabo Priyono, Sekretaris Jenderal Robben Rico, serta jajaran petinggi Kemensos lainnya.



