Trump Batalkan Serangan ke Iran Usai Dibujuk Negara Teluk, Iran Bilang Begini
Trump Batalkan Serangan ke Iran, Iran Beri Respons Tegas

Penasihat senior untuk pemimpin tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menegaskan bahwa Teheran akan memaksa Amerika Serikat (AS) untuk mundur dan menyerah. Pernyataan ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya telah membatalkan serangan skala besar terhadap Iran, atas permintaan negara-negara Teluk.

Reaksi Iran terhadap Pembatalan Serangan AS

Rezaei, mantan panglima tertinggi Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), menertawakan pendekatan AS yang dinilainya tidak konsisten dan pengecut. Dalam pernyataan via media sosial X pada Senin (18/5) malam, ia mengatakan bahwa Trump "menetapkan tenggat waktu untuk serangan militer dan kemudian membatalkannya sendiri, dengan harapan yang sia-sia untuk memaksa bangsa dan para pejabat Iran untuk menyerah!"

"Kekuatan militer yang tangguh dan bangsa Iran yang hebat akan memaksa mereka (AS) untuk mundur dan menyerah," cetus Rezaei dalam pernyataannya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kronologi Pembatalan Serangan

Trump merilis pengumuman mendadak via media sosial pada Senin (18/5) waktu setempat soal penundaan serangan militer skala besar terhadap Iran, yang disebutnya dijadwalkan pada Selasa (19/5) waktu setempat. Dalam pengumumannya, Trump menyebut dirinya telah diminta oleh pemimpin Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab untuk "menunda serangan militer yang telah direncanakan terhadap Republik Islam Iran, yang dijadwalkan besok".

Ia juga menyebut adanya "negosiasi serius yang sedang berlangsung saat ini". Menurut Trump, para pemimpin ketiga negara Teluk itu meyakini "kesepakatan akan dicapai" yang mencakup "TIDAK ADA SENJATA NUKLIR UNTUK IRAN!".

Trump juga memerintahkan militer AS "bahwa kita TIDAK akan melancarkan serangan yang dijadwalkan terhadap Iran besok". Namun ia juga mengatakan bahwa dirinya telah "lebih lanjut menginstruksikan mereka untuk bersiap melancarkan serangan skala besar sepenuhnya terhadap Iran, kapan saja, jika kesepakatan yang diterima tidak tercapai".

Ancaman Balasan dari Komandan Iran

Komandan unit komando operasional tertinggi dalam militer Iran, Markas Besar Khatam al-Anbiya, Mayor Jenderal Ali Abdollahi, dalam pernyataan terpisah menegaskan bahwa setiap agresi baru dari AS atau sekutunya akan dibalas dengan kekuatan luar biasa.

"Kami mengumumkan kepada Amerika dan sekutu-sekutunya: Jangan melakukan kesalahan strategis atau kesalahan perhitungan lagi," ucapnya.

"Mereka harus tahu bahwa setiap agresi atau invasi baru oleh musuh-musuh dari tanah air kita dan bangsa kita yang membanggakan ini, akan ditanggapi dengan respons yang cepat, tegas, kuat, dan luas," tegas Abdollahi.

Ia memperingatkan jika musuh-musuh Iran berani melakukan kesalahan lagi, maka mereka akan berhadapan dengan kekuatan dan kemampuan Teheran yang jauh lebih besar dibandingkan perang yang selama ini berkecamuk. "Kami akan membela hak-hak bangsa Iran dengan segenap kekuatan kami dan memotong tangan setiap agresor," pungkas Abdollahi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga