Rupiah Tembus Rp 17.717 per Dollar AS, Guru Besar Ungkap Dampaknya ke Masyarakat
Rupiah Tembus Rp 17.717 per Dollar AS, Ini Dampaknya

Nilai tukar Rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan sejak awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Data Bloomberg pada Selasa (19/5/2026) pukul 09.56 WIB mencatat Rupiah berada di level Rp 17.717 per dollar AS, melemah 49 poin atau 0,28 persen dibanding penutupan sebelumnya di Rp 17.668 per dollar AS.

Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Masyarakat

Pelemahan Rupiah mulai berdampak pada masyarakat. Guru Besar Universitas Airlangga, Rahma Gafmi, mengatakan warga kini harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari meski jenis kebutuhannya tetap sama. Menurut dia, kondisi tersebut dipengaruhi kenaikan harga kebutuhan pokok yang tidak sebanding dengan pertumbuhan upah tahunan.

Analisis Lebih Lanjut

Rahma menjelaskan bahwa pelemahan Rupiah secara langsung mempengaruhi daya beli masyarakat. Kenaikan harga barang impor seperti bahan pangan dan energi menjadi pemicu utama. Sementara itu, upah minimum yang hanya naik sekitar 6 persen per tahun tidak mampu mengejar laju inflasi yang lebih tinggi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kondisi ini diperparah dengan kebijakan moneter global yang ketat, termasuk kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve. Investor asing cenderung menarik modal dari negara berkembang, termasuk Indonesia, sehingga menekan Rupiah lebih dalam.

Proyeksi ke Depan

Para ekonom memprediksi Rupiah masih akan tertekan dalam jangka pendek, terutama jika data inflasi AS menunjukkan angka yang tinggi. Namun, Bank Indonesia terus melakukan intervensi di pasar valas untuk menstabilkan nilai tukar. Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan dan mengurangi konsumsi barang impor.

Pemerintah juga berencana mempercepat diversifikasi sumber energi dan pangan guna mengurangi ketergantungan pada impor. Langkah ini diharapkan dapat menekan tekanan pada Rupiah dalam jangka panjang.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga