Topan Noul menerjang Provinsi Guangdong, China, pada Minggu (26/7/2026) dini hari waktu setempat, memicu evakuasi massal lebih dari 715.000 warga. Badai dahsyat ini membawa angin kencang dan hujan lebat sepanjang akhir pekan, menyebabkan status siaga tinggi di wilayah tersebut.
Evakuasi Massal dan Status Siaga
Pemerintah setempat bergerak cepat mengevakuasi ratusan ribu penduduk dari daerah rawan. Menurut laporan Associated Press, evakuasi dilakukan secara terkoordinasi untuk meminimalkan korban jiwa. Warga diungsikan ke tempat penampungan sementara yang telah disiapkan di berbagai lokasi aman.
Hingga Minggu siang, lebih dari 715.000 jiwa telah dipindahkan dari rumah mereka. Proses evakuasi melibatkan ribuan personel darurat, termasuk tentara dan relawan. Mereka bekerja tanpa henti untuk memastikan keselamatan masyarakat.
Dampak pada Transportasi
Topan Noul juga melumpuhkan sektor transportasi. Ratusan penerbangan dari dan menuju bandara-bandara di Guangdong dibatalkan. Demikian pula dengan layanan kereta api, baik jarak jauh maupun lokal, yang dihentikan sementara untuk mencegah kecelakaan.
Jalan-jalan utama dilaporkan tergenang air dan tertutup puing-puing. Otoritas setempat mengimbau masyarakat untuk tidak bepergian kecuali dalam keadaan darurat. Pelabuhan juga ditutup, menghentikan aktivitas pelayaran di sepanjang pantai selatan China.
Topan Terkuat Tahun Ini
Associated Press mencatat bahwa Noul menjadi topan terkuat yang mendarat di China selama tahun 2026. Kecepatan angin di pusat topan mencapai lebih dari 150 km per jam, disertai curah hujan ekstrem yang memicu banjir dan tanah longsor di beberapa daerah.
Para ahli meteorologi memperingatkan bahwa intensitas badai ini luar biasa. “Topan Noul adalah salah satu siklon tropis paling kuat yang pernah menghantam Guangdong dalam satu dekade terakhir,” ujar seorang juru bicara Badan Meteorologi China.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa. Namun, kerusakan infrastruktur dan properti diperkirakan cukup parah. Tim penyelamat terus melakukan patroli untuk memastikan tidak ada warga yang terjebak.
Pemerintah China telah mengerahkan dana darurat dan logistik untuk penanganan pascabencana. Proses pemulihan diperkirakan memakan waktu berminggu-minggu mengingat skala kerusakan yang ditimbulkan oleh Topan Noul.



