Pemukim Israel Bakar Dua Masjid di Tepi Barat, Otoritas Palestina Kecam
Pemukim Israel Bakar Dua Masjid di Tepi Barat

Pemukim Israel dilaporkan membakar dua masjid di Tepi Barat yang diduduki, Palestina, pada akhir pekan lalu. Insiden ini memicu kecaman dari Otoritas Palestina dan menambah daftar panjang kekerasan di wilayah tersebut sejak perang Gaza dimulai pada Oktober 2023.

Kebakaran di Qusra dan Kour

Menurut laporan AFP dan Aljazeera pada Minggu (26/7/2026), pemukim Israel membakar sebuah masjid yang sedang dibangun di kota Qusra, selatan Nablus. Video yang diverifikasi menunjukkan api melahap bangunan tersebut. Walikota Qusra, Abdel Azim Wadi, menyatakan, "Api menghancurkan pintu masuk masjid dan bahkan merusak bangunan batunya." Para penyerang juga menyemprotkan grafiti Ibrani di dinding, termasuk kata "balas dendam".

Dalam insiden terpisah, pemukim Israel membakar masjid di desa Kour, dekat Tulkarem, dan menulis slogan-slogan rasis di dindingnya. Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina mengkonfirmasi laporan tersebut, menyebutkan bahwa "kelompok pemukim membakar sebuah masjid di desa Kour di provinsi Tulkarem dan menulis slogan-slogan rasis di dindingnya."

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tanggapan Militer Israel

Militer Israel mengirim pasukan ke pinggiran Qusra setelah menerima laporan pembakaran masjid. Dalam pernyataan resmi, militer mengatakan, "Para tentara mencari tersangka yang melarikan diri sebelum kedatangan mereka dan mengidentifikasi tanda-tanda pembakaran dan grafiti di tempat kejadian." Polisi Israel akan menyelidiki dan mengumpulkan bukti terkait insiden ini. Namun, hingga saat ini belum ada laporan penangkapan pelaku.

Gelombang Penangkapan di Tepi Barat

Insiden pembakaran masjid terjadi bersamaan dengan kampanye penangkapan besar-besaran oleh pasukan Israel di Tepi Barat. Menurut kantor berita Wafa, setidaknya 30 orang ditangkap di desa Tal, 14 di Ramallah, lima di Jenin, delapan di Hebron, tiga di Bethlehem, dan enam di Tulkarem. Penangkapan ini menyusul serangan baru-baru ini yang menewaskan empat warga Palestina dan dua tentara Israel.

Pada Jumat (24/7/2026), bentrokan mematikan terjadi antara pemukim Israel dan Palestina di desa Tell, yang menewaskan empat warga Palestina dan dua warga Israel. Militer Israel kemudian menyerbu kota Nablus dan beberapa kota terdekat, mengumumkan operasi "kontra-terorisme" di Tepi Barat. Pasukan Israel juga melancarkan serangan besar-besaran di seluruh kota Jenin dan sekitarnya, termasuk Zababdeh, Faqqua, Yabad, Burqin, Jalbun, Qabatiya, Jalqamus, Silat al-Harithiya, al-Yamoun, Kafr Dan, Deir Abu Daif, dan Zububa.

Meningkatnya Kekerasan Sejak Perang Gaza

Kekerasan di Tepi Barat yang diduduki Israel meningkat secara signifikan sejak perang Gaza dimulai dengan serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023. Otoritas Palestina mengecam aksi pembakaran masjid sebagai provokasi dan pelanggaran hukum internasional. Mereka mendesak komunitas internasional untuk campur tangan menghentikan eskalasi kekerasan.

Data dari PBB mencatat bahwa sejak Oktober 2023, lebih dari 500 warga Palestina tewas di Tepi Barat akibat operasi militer Israel dan serangan pemukim. Situasi kemanusiaan semakin memburuk dengan pembatasan pergerakan dan akses ekonomi. Pembakaran masjid ini menambah daftar panjang serangan terhadap tempat ibadah di wilayah konflik.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga