Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan bahwa sistem pertahanan udaranya berhasil menembak jatuh sedikitnya 660 drone Ukraina dalam semalam. Angka ini menjadi salah satu yang tertinggi sejak konflik dimulai empat tahun lalu.
Ratusan Drone Dihancurkan di Lebih dari Selusin Wilayah
Dalam pernyataan yang dirilis melalui platform milik negara, Max, Kementerian Pertahanan Rusia menyebutkan bahwa ratusan drone tersebut dihancurkan di lebih dari selusin wilayah di Rusia, termasuk Moskow dan Semenanjung Crimea yang dianeksasi, serta di atas Laut Hitam dan Laut Azov.
Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, mengonfirmasi bahwa setidaknya 47 drone yang mengarah ke ibu kota Rusia berhasil dicegat. "Spesialis layanan darurat sedang bekerja di lokasi jatuhnya puing-puing," kata Sobyanin dalam pernyataan via Telegram, tanpa menyebut adanya korban jiwa maupun kerusakan akibat serangan drone tersebut.
Serangan Juga Landa Wilayah Tula
Gubernur wilayah Tula, Dmitry Milyaev, melaporkan bahwa serangan drone "besar-besaran" juga melanda wilayahnya, yang terletak sekitar 180 kilometer di sebelah selatan Moskow. "Sebuah rumah tinggal pribadi rusak di sebuah area permukiman di distrik Shchekino, yang mengakibatkan seorang wanita terluka," sebut Milyaev.
Belum ada pernyataan resmi dari Ukraina menanggapi laporan Rusia tersebut. Namun, diketahui bahwa Kyiv meningkatkan operasi serangan drone jarak jauh terhadap Rusia dalam beberapa bulan terakhir, terutama yang menargetkan infrastruktur energi. Tujuan dari serangan tersebut adalah memutus sumber pendapatan vital yang digunakan Kremlin untuk mendanai upaya perangnya.
Dampak Serangan Drone Ukraina
Pekan lalu, serangan Ukraina menyebabkan kebakaran hebat di sebuah kilang minyak yang ada di wilayah tenggara Moskow. Serangan semacam ini menunjukkan eskalasi taktik Ukraina dalam menekan Rusia melalui serangan jarak jauh.



