Panas! Rusia Hancurkan Nyaris 350 Drone Ukraina, 1 Tewas
Rusia Hancurkan Nyaris 350 Drone Ukraina, 1 Tewas

Konflik antara Rusia dan Ukraina kembali memanas dengan intensitas tinggi. Kementerian Pertahanan Rusia pada Kamis, 7 Mei 2026, mengumumkan bahwa pasukannya berhasil menghancurkan hampir 350 drone milik Ukraina dalam semalam. Tepatnya, sebanyak 347 drone Ukraina dihancurkan antara pukul 18.00 GMT hingga 04.00 GMT, menurut pernyataan resmi yang dirilis oleh kementerian tersebut, sebagaimana dilansir oleh kantor berita AFP.

Korban Jiwa di Wilayah Perbatasan

Akibat serangan drone tersebut, seorang wanita dilaporkan tewas di wilayah perbatasan Belgorod. Gubernur setempat mengonfirmasi kejadian ini. Sementara itu, di wilayah Bryansk yang juga berbatasan langsung dengan Ukraina, sebanyak 13 orang mengalami luka-luka. Wilayah-wilayah ini kerap menjadi sasaran serangan lintas batas sejak konflik berkepanjangan.

Serangan Balasan Ukraina

Di sisi lain, angkatan udara Ukraina menyatakan bahwa mereka menembakkan 102 drone ke arah Rusia pada malam yang sama. Serangan ini terjadi hanya beberapa hari sebelum Moskow bersiap menggelar peringatan besar Hari Kemenangan Perang Dunia II. Sebelumnya, Ukraina telah mengumumkan gencatan senjata sepihak pada 6 Mei lalu. Namun, langkah tersebut diabaikan oleh pasukan Rusia yang terus melanjutkan serangan sepanjang hari dan malam.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Gencatan Senjata yang Ditolak

Usulan gencatan senjata dari Ukraina merupakan tawaran balasan setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menyerukan penghentian tembakan yang mencakup tanggal 9 Mei, saat Rusia memperingati kemenangan atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia II. Pada hari tersebut, Rusia biasanya menggelar parade militer besar-besaran. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengecam sikap Rusia yang mengabaikan seruan untuk menghentikan serangan. Ia bahkan membuka kemungkinan untuk melancarkan serangan besar-besaran terhadap Rusia selama peringatan Perang Dunia II pada hari Sabtu mendatang.

Eskalasi Serangan Terhadap Infrastruktur Energi

Dalam beberapa pekan terakhir, Kyiv meningkatkan serangan terhadap situs-situs energi milik Rusia. Sementara itu, serangan Rusia dalam beberapa hari terakhir telah menewaskan puluhan orang, menjadikannya salah satu periode paling mematikan bagi warga sipil dalam beberapa minggu terakhir. Moskow pada Rabu malam mengancam akan melakukan serangan besar-besaran di pusat kota Kyiv jika Ukraina menyerang selama acara peringatan Perang Dunia II. Ancaman ini disertai dengan pengiriman nota ke kedutaan-kedutaan asing di Ukraina, yang mendesak mereka untuk mengevakuasi staf mereka.

Ketegangan antara kedua negara terus meningkat, dengan kedua pihak saling melancarkan serangan udara. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya eskalasi lebih lanjut yang dapat menimbulkan korban jiwa lebih banyak di kalangan sipil.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga