Studi: Burung Perkotaan Lebih Takut pada Perempuan daripada Laki-laki
Burung Perkotaan Lebih Takut pada Perempuan

KOMPAS.com - Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal People and Nature edisi Februari 2026 mengungkapkan fakta unik mengenai perilaku burung di lingkungan perkotaan. Eksperimen yang melibatkan puluhan spesies burung di Eropa menunjukkan bahwa burung-burung perkotaan cenderung lebih merasa terancam dan lebih cepat melarikan diri saat didekati oleh perempuan dibandingkan laki-laki.

Kemampuan Membedakan Jenis Kelamin

Studi ini mengindikasikan bahwa burung memiliki kemampuan canggih untuk membedakan jenis kelamin manusia. Meskipun demikian, alasan pasti di balik perilaku ini masih menjadi misteri bagi para ilmuwan. Para peneliti menduga bahwa perbedaan postur tubuh, suara, atau gerakan antara laki-laki dan perempuan mungkin menjadi faktor pemicu respons ketakutan yang lebih tinggi pada burung perkotaan.

Implikasi Penelitian

Temuan ini memberikan wawasan baru tentang interaksi antara manusia dan satwa liar di lingkungan urban. Burung perkotaan yang lebih waspada terhadap perempuan dapat memengaruhi strategi konservasi dan pengelolaan satwa liar di kota-kota besar. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami mekanisme di balik fenomena ini dan dampaknya terhadap ekologi perkotaan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Para ilmuwan berharap studi ini dapat mendorong penelitian lebih mendalam tentang persepsi hewan terhadap manusia, khususnya dalam konteks urbanisasi yang semakin meningkat. Dengan memahami perilaku burung, manusia dapat mengembangkan pendekatan yang lebih ramah terhadap satwa liar di lingkungan perkotaan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga