Polda Metro Jaya memastikan keterlibatan TNI dalam menghadapi maraknya aksi begal di Jakarta dilakukan melalui patroli gabungan guna memberikan rasa aman kepada masyarakat, terutama pada malam hingga dini hari. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan bahwa pelibatan TNI merupakan bagian dari penguatan pengamanan bersama.
Penjelasan Polda Metro Jaya
Menurut Budi, langkah ini sejalan dengan program Kapolda Metro Jaya Jaga Jakarta yang meliputi Jaga Warga, Jaga Lingkungan, Jaga Aturan, dan Jaga Amanah. Meskipun ada patroli gabungan, Budi menegaskan bahwa penindakan dan pengungkapan kasus begal maupun kejahatan jalanan tetap menjadi kewenangan kepolisian sesuai amanah Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 Pasal 13.
Upaya Penekanan Aksi Begal
Untuk menekan aksi begal, Polda Metro Jaya terus meningkatkan patroli lapangan, memaksimalkan Kring Reserse, hingga melibatkan sistem keamanan lingkungan (siskamling). Selain itu, Polda Metro Jaya juga menggandeng Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam konektivitas CCTV agar tidak ada wilayah yang lepas dari pemantauan.
“Polda Metro Jaya hadir memberikan rasa aman dengan meningkatkan patroli, memaksimalkan Kring Reserse, serta melibatkan siskamling dan kerja sama dengan Pemprov DKI dalam konektivitas CCTV agar tidak ada wilayah yang luput dari pantauan,” ujar Budi.
Verifikasi Informasi Media Sosial
Tidak hanya itu, Budi mengatakan bahwa pihaknya juga terus memverifikasi informasi terkait yang beredar di media sosial. Hal ini dilakukan untuk memastikan respons yang cepat dan tepat terhadap potensi gangguan keamanan.
Dengan adanya patroli gabungan ini, diharapkan masyarakat Jakarta dapat merasa lebih aman, terutama pada jam-jam rawan kejahatan. Polda Metro Jaya berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan TNI dan pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang kondusif.



