Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menyoroti kasus perundungan yang diduga menjadi pemicu aksi seorang siswa MAN 3 Kota Padang meledakkan bom rakitan. Pigai menegaskan bahwa pencegahan dan penghentian bullying bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan seluruh elemen masyarakat.
Pigai: Bullying Tanggung Jawab Semua Pihak
Dalam pernyataannya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026), Pigai mengaku sejak lama menjadi pribadi yang anti-bullying. Menurutnya, penyelesaian masalah perundungan harus menjadi perhatian bersama, meliputi pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat. "Saya pikir kalau untuk menyelesaikan bullying itu harus menjadi perhatian semua, baik itu pemerintah, pihak swasta maupun juga masyarakat. Itu harus bisa juga diberi teguran atau diantisipasi," ujar Pigai.
Kritik terhadap Penanganan Aparat
Pigai menilai lembaga pemerintah, termasuk Polri, belum mampu bertindak tegas dalam menghentikan praktik perundungan. Ia mencontohkan pengalamannya sendiri sebagai korban rasisme yang hingga kini tidak ditindak secara serius. "Contoh, kan banyak juga yang rasial ke saya. Pertanyaan saya sederhana saja, saya kan pejabat negara, kenapa polisi tidak mau hentikan? Kan itu sederhana. Saya saja korban rasial, apalagi rakyat? Rakyat maupun saya ini korban rasial," ungkap Pigai.
Menurut Pigai, aparat seharusnya dapat menghentikan perundungan di media sosial, termasuk dari akun anonim. "Oleh aparat kan bisa hentikan kalau akun anonim, kalau akun-akun orangnya ada, bisa diminta keterangan. Ya kalau yang ke saya tidak usah dihukum, tapi minimal orangnya dikasih diingatkan, kan lebih bagus," sambungnya.
Desakan untuk Tindakan Tegas
Pigai meminta aparat penegak hukum untuk tegas menegur atau menindak pelaku perundungan di media sosial. Ia juga mendesak pihak swasta dan sekolah untuk bertindak tegas menghentikan bullying. "Maaf ya saya menteri tapi saya ngomong keras. Kita evaluasi diri juga, kami pemerintah ini. Tapi, juga kelompok yang pihak swasta yang berperan atau memegang peran di dalam pengaturan sistem informasi teknologi juga harus tahu diri, ya menghadirkan peradaban-peradaban yang bagus gitu, beretika di Indonesia dalam bermedia sosial," jelas dia.
Pigai menambahkan bahwa masyarakat, komunitas, individu, keluarga, dan dunia pendidikan harus berperan aktif menghentikan bullying. "Kemudian juga masyarakat, komunitas, individu, keluarga, dunia pendidikan harus berperan untuk menghentikan bullying," pungkasnya.
Kasus ledakan bom rakitan di MAN 3 Padang yang dilakukan oleh seorang siswa diduga akibat korban perundungan telah memicu perhatian nasional. Pigai berharap kasus ini menjadi momentum bagi semua pihak untuk bertindak nyata dalam mencegah dan menghentikan segala bentuk perundungan.



