Aksi Heroik Petugas PJL di Pasuruan Gagalkan Bunuh Diri di Rel Kereta
Petugas PJL Gagalkan Bunuh Diri di Rel Kereta

Pemberitahuan: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi tindakan serupa. Jika Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan bunuh diri, segera konsultasikan ke psikolog, psikiater, atau klinik kesehatan mental.

Kronologi Aksi Heroik

Momen heroik seorang petugas perlintasan jalur (PJL) di Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, terekam CCTV dan viral di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, seorang pria bertelanjang dada dan mengenakan sarung berdiri di atas rel tanpa bergerak meski lampu kereta semakin terang dan klakson terus dibunyikan.

Petugas penjaga langsung melompat dari pos PJL dan berlari ke arah korban. Ia merangkul pria tersebut dan menyeretnya keluar dari jalur rel. Pria itu sempat berusaha naik kembali ke rel, namun aksinya digagalkan lagi oleh sang petugas.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pengakuan Petugas

Petugas tersebut diketahui bernama M. Shofi Bahtiar (24), warga Desa Masangan. Shofi mengungkapkan bahwa aksinya dilakukan secara spontan atas dasar tanggung jawab pekerjaan. "Saat itu refleks saja, spontan. Jarak kereta sekitar 500 meter," terangnya.

Ditanya soal rasa takut, Shofi menjawab lugas: "Ya namanya kerjaannya ngamanin kereta, Pak. Harus tanggung jawab lah."

Dampak dan Apresiasi

Aksi heroik Shofi mendapat apresiasi luas dari warganet. Banyak yang memuji keberanian dan dedikasinya dalam menjalankan tugas. Video tersebut menjadi pengingat pentingnya peran petugas PJL dan kewaspadaan di perlintasan kereta.

Peristiwa ini juga menyoroti urgensi penanganan kesehatan mental. Pihak berwenang mengimbau masyarakat yang mengalami tekanan psikologis untuk mencari bantuan profesional.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga