Jakarta - Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas setelah gencatan senjata yang berlangsung beberapa pekan. Pertanyaan tentang kapan konflik ini benar-benar berakhir menjadi sorotan.
Analisis Pakar Hubungan Internasional
Pakar Hubungan Internasional dari Universitas Padjajaran, Teuku Rezasyah, memberikan pandangannya mengenai konflik ini. Menurutnya, AS akan terus melancarkan serangan terhadap Iran tanpa batas waktu yang jelas. Sebagai respons, Iran diperkirakan akan membalas dengan menggunakan perangkat Plasma yang memiliki daya rusak dan daya hancur yang luar biasa.
"Amerika Serikat akan terus menyerang Iran tanpa batas waktu berhenti. Iran akan membalas dengan menggunakan perangkat Plasma, yang daya rusak dan daya hancurnya luar biasa," kata Rezasyah saat dihubungi pada Jumat (29/5/2026).
Potensi Meluasnya Konflik
Rezasyah juga menyebutkan bahwa perang antara kedua negara tersebut berpotensi meluas. Sekutu-sekutu dari masing-masing negara diperkirakan akan memberikan dukungan secara diam-diam dan bahkan terlibat langsung dalam konflik.
"Terdapat potensi perang ini meluas, dengan melibatkan dukungan diam-diam dari sekutu-sekutu AS di Indo-Pasifik," ucapnya.
Peran PBB dan Prediksi Akhir Perang
Menurut Rezasyah, situasi ini sulit diatasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) karena organisasi tersebut cenderung bersikap normatif. Oleh karena itu, ia memperkirakan perang akan berlangsung lebih lama dari yang diantisipasi. Ia bahkan memprediksi bahwa AS akan mengumumkan kemenangan pada 4 Juli 2026, bertepatan dengan 250 tahun pendirian AS.
"Diperkirakan perang konvensional akan berlangsung lebih lama. AS akan menyatakan dirinya sebagai pemenang perang menjelang 4 Juli 2026, yakni 250 tahun pendirian AS," tuturnya.
Serangan Terbaru di Selat Hormuz
Seperti diketahui, militer AS melakukan serangan baru di Iran pada Kamis pagi. Serangan itu menargetkan lokasi di sekitar Selat Hormuz yang dianggap menimbulkan ancaman bagi pasukan AS dan lalu lintas komersial, menurut seorang pejabat AS.
Menanggapi serangan tersebut, militer Iran dilaporkan melepaskan tembakan peringatan ke arah kapal-kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz tanpa koordinasi dengan pasukan keamanan Iran.
"Empat kapal mencoba melewati Selat Hormuz dan memasuki Teluk Persia tanpa berkoordinasi dengan pasukan keamanan yang bertanggung jawab atas selat tersebut," demikian laporan dari beberapa media yang berafiliasi dengan pemerintah Iran, dikutip dari CNN Internasional pada Kamis (28/5).
"Mereka telah diperingatkan, dan setelah mengabaikan peringatan tersebut, tembakan peringatan dilepaskan ke arah mereka, memaksa mereka untuk berbalik arah," menurut laporan tersebut.
Konflik yang terus memanas ini menimbulkan kekhawatiran akan stabilitas kawasan dan keselamatan jalur pelayaran internasional. Masyarakat internasional pun menanti langkah selanjutnya dari kedua negara.



