California - Kepolisian San Diego menerima laporan penembakan di Masjid Islamic Center di San Diego, California, Amerika Serikat (AS) pada Senin (18/05) siang waktu setempat. Insiden ini terjadi sekitar pukul 14.00 waktu setempat dan langsung mendapat respons cepat dari aparat.
Kronologi Penembakan
Anggota kepolisian San Diego, Anthony Carrasco, menyatakan bahwa ada laporan mengenai beberapa tembakan di lokasi kejadian. Tempat kejadian perkara berlokasi sekitar 14 kilometer di utara pusat Kota San Diego, yang merupakan wilayah terpadat kedua di California. Rekaman dari media lokal AS menunjukkan puluhan mobil patroli kepolisian berada di jalan layang di samping Islamic Center. Para petugas dan kendaraan mereka terlihat mengelilingi area tersebut, sementara pasukan bersenjata mulai menyisir setiap sudut kawasan.
Korban dan Tersangka
Sedikitnya tiga orang dilaporkan tewas, termasuk seorang petugas keamanan yang berperan penting dalam mencegah jatuhnya lebih banyak korban. Dua tersangka, masing-masing berusia 17 dan 19 tahun, dilaporkan tewas akibat bunuh diri. Jenazah mereka ditemukan di dalam sebuah mobil di dekat lokasi kejadian.
Di sekitar lokasi kejadian terdapat Sekolah Al-Rashid yang mengajarkan kursus bahasa Arab dan kelas mengaji untuk anak usia lima tahun ke atas. Saat keributan terjadi, anak-anak terlihat meninggalkan tempat kejadian dan semuanya dinyatakan selamat.
Dugaan Kejahatan Kebencian
Kepala Kepolisian San Diego, Scott Wahl, dalam konferensi pers menyatakan bahwa pihaknya menduga insiden ini sebagai tindak kejahatan berbasis kebencian. "Mengingat kejadian di Islamic Center, kami menganggap ini sebagai tindak kejahatan berbasis kebencian, sampai terbukti sebaliknya," ujarnya.
Wahl mengungkapkan bahwa salah satu ibu tersangka menemukan sebuah catatan atau wasiat yang ditinggalkan oleh pelaku. Namun, ia enggan mengungkapkan isi catatan tersebut. Laporan dari CNN menyebutkan bahwa pada salah satu senjata yang digunakan terdapat tulisan ujaran kebencian, dan salah satu tersangka meninggalkan surat wasiat berisi referensi tentang kebanggaan rasial.
Reaksi Pemerintah dan Masyarakat
Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa ia terus memantau informasi terbaru mengenai penembakan ini. "Ini situasi yang mengerikan," kata Trump dalam sebuah agenda layanan kesehatan di Gedung Putih. Ia menambahkan bahwa para pejabat sedang menangani hal tersebut dengan sangat serius.
Wali Kota San Diego, Todd Gloria, mengecam penembakan ini sebagai tindak kekerasan berdasarkan kebencian. "Serangan terhadap salah satu komunitas kita, terhadap warga San Diego mana pun karena latar belakang, keyakinan, atau cara beribadah mereka, adalah serangan terhadap kita semua," tegasnya. Ia menambahkan bahwa kota tersebut menentang Islamofobia dan segala bentuk kekerasan yang menargetkan komunitas di San Diego.
Kecaman dari Organisasi Islam
Council on American-Islamic Relations (CAIR) atau Dewan Hubungan Islam-Amerika juga mengecam penembakan ini sebagai aksi kekerasan yang mengerikan. "Kami sangat mengecam aksi kekerasan yang mengerikan di Islamic Center of San Diego tersebut. Kami bersama para pihak yang menjadi korban serangan ini," ujar CAIR dalam sebuah pernyataan. "Tidak seorang pun seharusnya merasa takut akan keselamatan mereka saat menghadiri salat atau belajar di sekolah dasar."
Masjid di Islamic Center biasanya menggelar salat lima waktu setiap hari, acara keislaman lainnya, dan juga menyambut tamu-tamu dari agama lain. "Mereka selalu menerima tamu, bahkan untuk orang-orang non-muslim. Mereka mengundang masyarakat untuk makan malam saat Bulan Ramadan," kata Josie-Ana Edenshaw, seorang warga lokal yang telah menghadiri kegiatan di Islamic Center, kepada kantor berita AP.



