Pelajar MAN 3 Padang Belajar Merakit Bom dari YouTube dan Instagram
Pelajar MAN 3 Padang Belajar Merakit Bom dari Internet

Polisi mengungkapkan bahwa pelajar MAN 3 Padang berinisial RGJ (17) mempelajari cara merakit bom secara mandiri melalui internet. Dari hasil penyelidikan sementara, penyidik belum menemukan adanya keterlibatan pihak lain yang mengarahkan atau mengajarinya.

Belajar Otodidak dari YouTube dan Instagram

Kabid Humas Polda Sumatera Barat Kombes Pol Susmelawati Rosya mengatakan, RGJ memperoleh pengetahuan merakit bom dengan mempelajari berbagai materi yang tersedia di dunia maya secara otodidak. "Dia mengaku belajar sendiri dari YouTube, Instagram, dan internet. Semuanya dipelajari secara otodidak," ujar Susmelawati saat dihubungi, Kamis (16/7/2026).

Menurutnya, penyelidikan sementara juga belum menemukan indikasi keterlibatan pihak lain dalam proses belajar maupun perakitan bom. "Sampai saat ini belum ada informasi adanya orang lain yang membimbing. Dari pemeriksaan, dia mengaku belajar sendiri," ujarnya. Dari pengakuannya, RGJ mulai mempelajari cara merakit bom sejak Ramadan atau sekitar Februari 2026. Proses belajar itu berlangsung selama beberapa bulan hingga akhirnya terjadi peristiwa ledakan yang kini masih diselidiki polisi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Latar Belakang Perundungan

Selain itu, penyidik juga mendalami latar belakang psikologis pelajar tersebut. RGJ mengaku telah menjadi korban perundungan sejak duduk di kelas 2. Hingga kini masih mengalami hal serupa. "Sejak kelas 2 dia mengaku sudah di-bully oleh teman-temannya. Kemungkinan tindakan ini merupakan akumulasi dari tekanan psikologis yang dialaminya, tetapi hal itu masih kami dalami," tutur Susmelawati.

Menurut Susmelawati, penyidik juga belum menetapkan status hukum RGJ karena pemeriksaan masih berlangsung. Fokus utama saat ini adalah pendampingan dan rehabilitasi psikologis terhadap pelajar berusia 17 tahun itu. "Masalah penetapan (status) belum ada, karena fokus saat ini adalah pemulihan bagi korban," ujarnya.

Trauma Healing di Sekolah

Selain memberikan pendampingan kepada RGJ, polisi juga melakukan trauma healing terhadap para siswa di MAN 3 Padang. Kegiatan itu telah dilakukan jajaran Polsek setempat setelah peristiwa ledakan. "Yang kedua juga ada pemulihan untuk anak-anak sekolah. Jadi dari Polsek kemarin sudah dilakukan trauma healing oleh Kapolsek-nya ke sekolah," katanya.

Susmelawati menambahkan, Kapolresta Padang telah berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) setempat untuk memperkuat program rehabilitasi dan pemulihan psikologis. "Jadi, kita juga butuh merehab (pemulihan) supaya merehabilitasi psikologis si anak ini agar tidak terpapar lebih jauh," ucapnya. Pemulihan psikologis terhadap pelajar dan siswa di lingkungan sekolah menjadi prioritas kepolisian seiring berjalannya proses penyelidikan. "Ini yang sedang menjadi prioritas utama," tandas dia.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga