Kebakaran melanda Gedung Djakarta Theater di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada Selasa (21/7/2026) malam. Akibat insiden tersebut, seluruh aktivitas di gedung bersejarah itu dihentikan sementara. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, memastikan bahwa langkah sterilisasi dan penghentian operasional diambil demi keamanan.
Api Dipadamkan dalam 17 Menit
Kebakaran pertama kali diketahui pada pukul 21.13 WIB. Dugaan sementara, api berasal dari korsleting listrik di bagian dapur studio XXI. Satu unit mobil pemadam dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta segera diterjunkan ke lokasi, dibantu petugas BPBD dan pihak terkait lainnya.
Beruntung, api tidak sempat membesar dan menjalar ke ruangan lain. Petugas dengan sigap berhasil menjinakkan api dan melakukan proses pendinginan. Proses pemadaman selesai pada pukul 21.30 WIB, hanya berselang 17 menit sejak api pertama kali terdeteksi.
Tidak Ada Korban Jiwa
Marulitua Sijabat menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. “Selesai pemadaman pukul 21.30 WIB. Korban nihil,” ujarnya kepada Liputan6.com pada Selasa malam. Ia juga menambahkan bahwa saat ini aktivitas di lokasi dihentikan dan disterilkan terlebih dahulu untuk proses investigasi lebih lanjut.
Kerugian Ditaksir Rp20 Juta
Perkiraan sementara, kerugian material akibat kebakaran tersebut mencapai Rp20 juta. Kerugian tersebut terutama berasal dari kerusakan di area dapur studio XXI, tempat titik api pertama kali muncul. Petugas masih melakukan pendataan lebih lanjut untuk memastikan angka kerugian yang pasti.
Penyebab Korsleting Listrik
Berdasarkan hasil investigasi awal, penyebab kebakaran diduga kuat karena korsleting listrik. Korsleting terjadi di bagian dapur studio XXI, yang merupakan area dengan banyak peralatan elektronik. Pihak pengelola gedung bersama instansi terkait masih menyelidiki penyebab pasti korsleting tersebut untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Gedung Djakarta Theater yang terletak di pusat ibu kota ini merupakan salah satu gedung bersejarah yang kerap digunakan untuk berbagai acara, termasuk pemutaran film dan pertunjukan seni. Dengan dihentikannya operasional sementara, sejumlah acara yang dijadwalkan dalam waktu dekat terpaksa ditunda atau dipindahkan ke lokasi lain.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi korsleting listrik, terutama di area yang banyak menggunakan peralatan elektronik. Pemeriksaan rutin instalasi listrik menjadi langkah penting untuk mencegah kebakaran serupa.



