Sejumlah negara Eropa dan anggota parlemen mengecam keras tindakan Israel terhadap para aktivis yang ditahan dalam misi Global Sumud Flotilla yang berlayar menuju Gaza. Kecaman tersebut muncul setelah mitra koalisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir mengunggah rekaman para aktivis yang dicegat oleh pasukan Israel di perairan internasional.
Rekaman Kontroversial
Rekaman yang diunggah menunjukkan para aktivis diikat kedua tangannya dengan tali untuk kemudian dipaksa berlutut. Tindakan ini menuai kemarahan dari berbagai pihak, termasuk dari negara-negara Eropa yang menuntut penjelasan dan pembebasan para tahanan.
Protes Perancis
Menteri Luar Negeri Perancis, Jean-Noel Barrot, memanggil duta besar Israel untuk menyampaikan kemarahannya. Barrot menegaskan bahwa tindakan Ben-Gvir tidak dapat diterima dan menuntut pembebasan warga negaranya sesegera mungkin. Langkah ini menunjukkan tekanan diplomatik yang meningkat terhadap Israel.
Baca juga: Masih Ada 5 WNI Relawan GSF yang Ditahan Israel, GPCI Lacak Keberadaannya.
Insiden ini menambah ketegangan dalam hubungan internasional, di mana banyak negara memandang tindakan Israel sebagai pelanggaran hukum internasional. Para aktivis dalam misi Global Sumud Flotilla berupaya membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza, namun dicegat di perairan internasional.
Pemerintah Israel belum memberikan tanggapan resmi atas kecaman tersebut. Sementara itu, keluarga para aktivis dan organisasi hak asasi manusia mendesak pembebasan segera para tahanan.



