Mendikdasmen Kunjungi SD di Jagakarsa yang Sempat Diancam Bom, Beri Motivasi Siswa
Mendikdasmen Kunjungi SD Teror Bom, Beri Motivasi Siswa

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengunjungi SD Srengseng Sawah 15 di Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Selasa (14/7) untuk memberikan motivasi kepada para siswa dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kunjungan ini dilakukan setelah sekolah tersebut mengalami teror ancaman bom pada hari pertama MPLS, Senin (13/7).

Ancaman Bom dan Evakuasi

Pada Senin (13/7), SD Srengseng Sawah 15 menerima ancaman bom yang menyebabkan proses MPLS dibubarkan. Seluruh guru dan murid dievakuasi, sementara tim Gegana, Densus 88, BNPT, dan anjing pelacak K9 melakukan penyisiran selama empat jam. Hasilnya nihil, dan situasi dinyatakan aman. Polisi kemudian menangkap pelaku teror bom berinisial MY (34), yang juga pernah mengirimkan ancaman serupa ke ketua RT tempat tinggalnya.

Motivasi dari Mendikdasmen

Dalam kunjungannya, Abdul Mu'ti menyampaikan tiga pesan penting kepada siswa. Pertama, ia mendorong siswa untuk bersemangat kembali ke sekolah dan antusias bertemu teman-teman baru. "Nilai rapotnya apa saja tidak terlalu penting. Yang penting kalian semuanya semangat untuk belajar. Oke?" ujarnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kedua, Mu'ti menekankan pentingnya memiliki cita-cita. Ia memanggil beberapa siswa ke panggung untuk menanyakan cita-cita mereka. Olivia bercita-cita menjadi dokter umum, Ray ingin menjadi astronot, dan Yusuf bercita-cita menjadi polisi. "Apapun bercita-cita itu adalah harapan yang ingin kalian capai kalau nanti sudah dewasa," katanya.

Ketiga, Mu'ti mengajak siswa membiasakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Seorang siswa bernama Arka dari kelas 3A berhasil menyebutkan kebiasaan tersebut: "Bangun pagi, berolahraga, makan bergizi, beribadah, gemar belajar, beristirahat, bermasyarakat." Arka mendapat hadiah tas dari Mu'ti.

Interaksi dan Dukungan

Setelah pesan motivasi, Mu'ti berinteraksi dengan siswa, menanyakan makanan favorit dan olahraga yang disukai, serta makan bersama mereka. "Alhamdulillah semuanya suasana ceria dan mereka juga semangat untuk kembali belajar," katanya. Ia mengapresiasi dukungan dari Polri, dinas pendidikan, guru, dan orang tua.

Dalam MPLS, Polri juga memberikan edukasi tentang keamanan sekolah dan bermain bersama siswa. Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengungkapkan bahwa pelaku MY mengirim ancaman ke ketua RT sebelum ancaman ke sekolah. Motif sementara adalah iseng, namun ada unsur kekecewaan pribadi. "Temuan awal hanya menyampaikan karena keisengan, tapi sempat juga menyampaikan ada kekecewaan secara pribadi, bukan terhadap sekolah," ujar Iman.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga