Kuwait Klaim Cegat Rudal dan Drone Iran, Konflik Meluas
Kuwait Cegat Rudal dan Drone Iran, Konflik Meluas

Kuwait menyatakan pihaknya berhasil mencegat rudal dan drone Iran, menandai eskalasi terbaru dalam konflik antara Iran dan Amerika Serikat yang kini merembet ke negara Timur Tengah lainnya. Staf Umum militer Kuwait, melalui unggahan di platform X, mengatakan bahwa pertahanan udaranya "menghadapi serangan rudal dan drone musuh" setelah "agresi Iran yang berdosa."

Pertahanan Udara Kuwait Berhasil Cegat Serangan

"Setiap ledakan yang terdengar adalah akibat dari sistem pertahanan udara yang mencegat serangan musuh," demikian pernyataan resmi militer Kuwait. Peringatan ini muncul beberapa jam setelah tentara Iran mengklaim telah melancarkan serangan drone skala besar terhadap gudang amunisi di Camp Buehring, yang sebelumnya dikenal sebagai Camp Udairi, serta sistem radar pertahanan udara di Pangkalan Udara Ali Al Salem.

AS Lancarkan Serangan Balasan ke Iran

Sebelumnya, militer AS menyatakan telah memulai serangan udara baru terhadap Iran untuk "dengan cepat menghukum" negara itu karena telah membunuh anggota militer Amerika. Komando Pusat AS (CENTCOM) dalam unggahan di X menyatakan, "Serangan-serangan ini dirancang untuk lebih melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran komersial di Selat Hormuz dan dengan cepat menghukum pasukan Garda Revolusi Islam yang melancarkan serangan terhadap anggota militer Amerika di Yordania tadi malam."

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Korban Tewas dan Hilang dari Pihak AS

CENTCOM mengumumkan bahwa dua anggota militer AS tewas dan satu orang hilang dalam pertempuran. Ini merupakan korban jiwa militer Amerika pertama akibat tembakan Iran sejak Maret. "Dua anggota militer AS tewas saat pasukan AS dan sekutu bertahan dari serangan rudal balistik dan pesawat tak berawak Iran," demikian keterangan CENTCOM. Empat personel lainnya telah dievakuasi ke rumah sakit di Yordania untuk mendapatkan perawatan medis. Hingga saat ini, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai identitas prajurit AS yang tewas maupun rincian operasi pencarian terhadap personel yang hilang.

Ancaman Iran: Serangan Skala Penuh Jika AS Lanjutkan Agresi

Iran mengancam akan melanjutkan "operasi serangan berskala penuh" jika AS terus melancarkan gelombang serangan terhadap negara tersebut. Ancaman tersebut dilontarkan oleh seorang pejabat tinggi Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, yang juga penasihat militer senior untuk pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, seperti dilansir AFP dan Egypt Independent.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga