Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, telah berlangsung selama sepekan. Tim gabungan dari berbagai instansi terus berupaya memadamkan api yang masih menyala di area seluas sekitar 15 hektare dari total 33 hektare TPA tersebut.
Empat Helikopter Water Bombing Dikerahkan
Kepala Pusat Data, Informasi, Komunikasi, dan Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa akan ada total empat helikopter yang dikerahkan untuk water bombing. "Rencananya memang akan dikerahkan, tambahan dua heli water bombing lagi selain dari yang sudah beroperasi," ujarnya, Senin (6/7/2026). Saat ini baru tiga helikopter yang beroperasi, dan satu unit lainnya akan segera bergabung begitu siap.
OMC Belum Ideal, Api Masih Berkobar
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk hujan buatan belum dapat dilakukan karena kondisi awan yang belum mendukung. "OMC tergantung pertumbuhan awan hujan. Sampai sekarang kita koordinasi dengan BMKG. Seperti kita lihat saja, langit Jakarta belum ada awannya, masih sangat tipis, belum ideal untuk OMC," jelas Abdul Muhari. Satu pesawat sudah disiagakan untuk OMC jika kondisi awan hujan sudah ideal.
Proses pemadaman di darat juga terkendala bara api yang muncul dari dalam tumpukan sampah. Petugas call center BPBD/Pemadam Kebakaran Kabupaten Tangerang mengatakan, "Kemungkinan karena cuaca atau mendukung dari sampahnya jadi menyebar luas. Api merembet dari dalam tumpukan sampah, ini sedang diurai juga pakai backhoe alat berat."
Status Tanggap Darurat dan Dukungan Alat Berat
Bupati Tangerang telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran di TPA Jatiwaringin mulai 1 hingga 14 Juli 2026. Ratusan personel gabungan dikerahkan, termasuk puluhan mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Tangerang Selatan, dan Banten, serta ekskavator dan alat injeksi air ke dalam timbunan sampah. Helikopter water bombing dari BNPB juga turut membantu pemadaman dari udara.
Warga Mulai Pulang, Belasan Masih Mengungsi
Sebanyak 232 jiwa yang sempat mengungsi akibat kebakaran telah kembali ke rumah masing-masing pada Minggu (5/7). Namun, 15 orang masih bertahan di pengungsian karena rumah mereka berada paling dekat dengan lokasi kebakaran dan belum aman untuk ditempati. BNPB dan Pemkab Tangerang memastikan logistik bagi warga terdampak terpenuhi.
Kualitas Udara Dipantau, Warga Diimbau Pakai Masker
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memantau kualitas udara di sekitar TPA Jatiwaringin menggunakan dua mobil pemantau kualitas udara dan tiga alat portabel. Dirjen Penegakkan Hukum KLH, Rasio Ridho Sani, menyatakan terjadi penurunan konsentrasi partikel PM2,5 pada hari kelima kebakaran. Meski demikian, kualitas udara di beberapa titik masih tidak sehat. Masyarakat diimbau untuk tidak mendekat ke lokasi dan tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar.



