Iran Klaim Hancurkan Pusat Data Amazon di Bahrain, Serang Pangkalan AS di Kuwait
Iran Klaim Hancurkan Pusat Data Amazon di Bahrain

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Selasa (21/7) mengumumkan bahwa Angkatan Udaranya telah berhasil menargetkan dan menghancurkan infrastruktur data utama milik Amazon, perusahaan teknologi raksasa Amerika Serikat, yang berlokasi di Bahrain. Serangan tersebut dilakukan dengan menggunakan sejumlah rudal jelajah, menurut pernyataan resmi IRGC yang dilaporkan oleh kantor berita Tasnim News Agency dan dikutip oleh Anadolu Agency.

Klaim IRGC ini hingga saat ini belum dapat diverifikasi secara independen. Pihak otoritas Bahrain, pemerintah Amerika Serikat, maupun perwakilan Amazon belum memberikan tanggapan resmi terkait serangan yang ditudingkan tersebut.

Latar Belakang Ketegangan AS-Iran

Serangan ini merupakan bagian dari eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat yang kembali memanas dalam beberapa pekan terakhir. Ketegangan meningkat terutama setelah serangkaian insiden di Selat Hormuz, di mana kapal-kapal komersial menjadi sasaran serangan yang didalangi oleh Teheran. Sebagai respons, AS meningkatkan tekanan terhadap target-target Iran di kawasan Teluk.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Iran membalas dengan menargetkan fasilitas dan pangkalan militer AS yang berada di negara-negara Teluk. Meskipun kedua negara sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri perang dan mewujudkan kesepakatan damai yang langgeng, pertempuran kembali berkobar.

Peringatan IRGC dan Serangan ke Kuwait

IRGC sebelumnya telah memperingatkan Washington bahwa jika AS terus menyerang jembatan dan infrastruktur transportasi di Iran, maka mereka akan menyerang "aset-aset terpenting di bidang industri, teknologi informasi, dan kecerdasan buatan milik perusahaan-perusahaan yang memiliki pemegang saham asal Amerika" di berbagai negara yang menjadi lokasi pangkalan militer AS di Timur Tengah. "Semua negara yang menjadi tuan rumah bagi pangkalan militer AS di kawasan ini merupakan pihak yang terlibat dalam kejahatan perang," tegas IRGC dalam pernyataannya.

Selain menyerang target AS di Bahrain, IRGC juga melancarkan serangan terhadap fasilitas militer AS di Kuwait. IRGC mengklaim bahwa serangan rudal dan drone mereka menargetkan Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait, berhasil menghantam hanggar drone MQ-9 serta menghancurkan atau menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah drone AS. Menurut IRGC, serangan pasukannya juga telah menghancurkan situs radar jarak jauh, pusat komunikasi, sistem penerima satelit, dan radar pertahanan rudal AS di Kuwait.

Serangan di Bahrain dan Klaim IRGC

IRGC juga mengklaim bahwa serangan di Bahrain telah menghancurkan fasilitas radar AS dan sistem pertahanan udara Patriot. Rentetan serangan IRGC ini diumumkan setelah Pusat Komando AS (CENTCOM), yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, mengumumkan telah merampungkan gelombang serangan terbaru terhadap Iran pada Senin (20/7) malam waktu setempat.

"Pasukan AS menyerang pusat komando militer, kemampuan maritim, lokasi peluncuran rudal dan drone, dan sistem pertahanan udara Iran untuk melemahkan kemampuan Iran dalam terus menyerang kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz," demikian pernyataan CENTCOM melalui media sosial X.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga