Jakarta Duduki Posisi Kedua Kota Teraman se-ASEAN, Gubernur Pramono Anung: "Saya Surprise"
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengaku terkejut atas prestasi ibu kota yang berhasil meraih peringkat kedua sebagai kota teraman di Asia Tenggara pada tahun 2026. Berdasarkan laporan Global Residence Index edisi 16 Januari 2026, Jakarta berada tepat di bawah Singapura yang menduduki posisi pertama, mengalahkan kota-kota besar lain seperti Bangkok, Vientiane, Hanoi, Kuala Lumpur, dan Manila.
Reaksi Gubernur atas Pencapaian Jakarta
Dalam pernyataannya di Balai Kota DKI Jakarta pada Selasa, 7 April 2026, Pramono Anung mengungkapkan rasa surprise-nya. "Mengenai hasil kota teraman nomor dua di ASEAN, itu saya sebenarnya juga surprise," katanya. Ia menekankan bahwa capaian ini tidak lepas dari berbagai aktivitas masyarakat yang berlangsung di ruang publik Jakarta sepanjang tahun, yang mencerminkan kehidupan sosial yang harmonis.
Faktor Keberagaman sebagai Kunci Keamanan
Pramono menjelaskan bahwa keberagaman yang terjaga di Jakarta menjadi faktor penting dalam membentuk rasa aman di tengah masyarakat. "Mungkin karena berbagai kegiatan yang diadakan di ruang publik mulai dari Natalan, kemudian Imlek, Nyepi, Ramadan, Idul Fitri, yang alhamdulillah menunjukkan kuatnya keberagaman yang ada di Jakarta itu juga menjadi menurut saya sebagai etalase atau simbol tentang Jakarta sendiri," jelasnya. Ia menambahkan bahwa hal ini telah membantu meningkatkan posisi Jakarta dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, di mana kota ini seringkali berada di bawah Bangkok dan Manila.
Data Indeks Keamanan dari Global Residence Index
Menurut laporan tersebut, Singapura menempati posisi teratas dengan indeks keamanan sebesar 0,90, sementara Jakarta berada di posisi kedua dengan skor 0,72. Pramono menegaskan bahwa prestasi ini harus dijaga bersama-sama oleh seluruh warga Jakarta. "Jadi Jakarta yang selama ini selalu di bawah Bangkok dan Manila dan Kuala Lumpur, sekarang Jakarta hanya setelah Singapura. Dan itu harus kita rawat, kita jaga bersama-sama," ucapnya.
Pencapaian ini menandai kemajuan signifikan dalam upaya meningkatkan keamanan dan kerukunan di ibu kota Indonesia, sekaligus menjadi kebanggaan nasional di kancah regional ASEAN.



