Israel meningkatkan serangan militernya di Lebanon selatan pada Senin (25/5/2026), setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memerintahkan militer untuk memperluas operasi terhadap Hizbullah. Netanyahu menyebut peningkatan serangan itu sebagai bagian dari upaya Israel untuk menghancurkan kelompok bersenjata Lebanon yang didukung Iran tersebut.
Perluasan Operasi Militer
Langkah ini diambil setelah Netanyahu memberikan instruksi langsung kepada panglima militer untuk mengintensifkan serangan di wilayah selatan Lebanon. Tujuan utama dari operasi ini adalah untuk melumpuhkan kemampuan tempur Hizbullah yang selama ini dianggap sebagai ancaman serius bagi keamanan Israel. Serangan terbaru terjadi di tengah upaya Amerika Serikat dan Iran yang sedang berusaha menyelesaikan persyaratan perjanjian untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.
Konteks Perjanjian Damai
Kesepakatan yang sedang dirundingkan tersebut disebut dapat mencakup front Lebanon, tempat Israel dan Hizbullah kembali terlibat pertempuran sejak 2 Maret. Perundingan antara AS dan Iran diharapkan dapat meredakan ketegangan yang telah berlangsung lama di kawasan tersebut. Namun, serangan Israel ini menunjukkan bahwa konflik di lapangan masih jauh dari kata reda.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Hizbullah mengenai serangan terbaru ini. Namun, sebelumnya pemimpin Hizbullah telah menyatakan bahwa Lebanon akan mampu mengalahkan Israel dan menyebut dua andalan yang akan digunakan dalam pertempuran.



