Serangan kelompok Houthi terhadap sejumlah kapal di Laut Merah kembali meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik atau perang di Timur Tengah. Kelompok bersenjata asal Yaman yang didukung Iran itu mengeklaim telah menyerang dua kapal Arab Saudi dan memaksa sedikitnya 10 kapal lainnya berbalik arah.
Ancaman terhadap Jalur Pelayaran Strategis
Houthi sebelumnya memperingatkan kapal-kapal agar menjauhi pelabuhan Arab Saudi. Ancaman tersebut berpotensi mengganggu pelayaran melalui Selat Bab el-Mandeb, jalur sempit yang menghubungkan Laut Merah dengan Samudra Hindia. Selat ini merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia, dilalui sekitar 10% perdagangan global setiap tahunnya.
Dampak terhadap Keamanan Regional
Serangan ini memicu kekhawatiran bahwa konflik di Yaman dapat meluas menjadi perang regional yang melibatkan lebih banyak pihak. Arab Saudi, yang memimpin koalisi militer di Yaman, belum memberikan tanggapan resmi atas serangan tersebut. Namun, para analis memperingatkan bahwa eskalasi ini dapat mengganggu stabilitas kawasan dan rantai pasokan energi global.
Menurut sumber pelayaran, setidaknya 10 kapal kargo terpaksa mengubah rute untuk menghindari area yang dinyatakan berbahaya oleh Houthi. Langkah ini diperkirakan akan menambah biaya pengiriman dan waktu tempuh, yang pada akhirnya dapat berdampak pada harga komoditas di pasar internasional.



