Hoaks Kerusuhan Paris Usai Maroko Kalah dari Perancis di Piala Dunia 2026
Hoaks Kerusuhan Paris Usai Kalahnya Maroko di Piala Dunia

KOMPAS.com - Sebuah unggahan video yang memperlihatkan kerusuhan di Paris beredar luas di media sosial pada pertengahan Juli 2026. Video tersebut menampilkan sekelompok orang merusak fasilitas umum seperti halte bus, serta sejumlah mobil yang dirusak dan beberapa dalam keadaan terbalik. Narasi yang menyertai video mengklaim bahwa kerusuhan ini terjadi setelah tim nasional Maroko kalah melawan Perancis dalam babak perempat final Piala Dunia 2026.

Kronologi Penyebaran Video Hoaks

Video tersebut mulai menyebar di berbagai platform media sosial, seperti Twitter, Facebook, dan TikTok, tak lama setelah pertandingan perempat final yang digelar pada 10 Juli 2026. Dalam laga tersebut, Perancis berhasil mengalahkan Maroko dengan skor 2-0. Banyak warganet yang langsung percaya dengan narasi yang ada, terutama mengingat rivalitas kedua negara dalam dunia sepak bola. Unggahan itu pun mendapat ribuan like, komentar, dan dibagikan oleh banyak akun.

Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut oleh tim verifikasi Kompas.com, klaim tersebut tidak berdasar. Faktanya, video yang beredar bukanlah rekaman kerusuhan yang dipicu oleh kekalahan Maroko, melainkan cuplikan dari peristiwa yang terjadi sebelumnya. Video tersebut merupakan rekaman kerusuhan yang pernah terjadi di Paris pada tahun 2023, yang sama sekali tidak terkait dengan pertandingan Piala Dunia 2026.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Fakta di Balik Video

Tim Cek Fakta Kompas.com melakukan penelusuran dengan menggunakan teknik reverse image search dan analisis metadata. Hasilnya, ditemukan bahwa video yang sama telah diunggah di platform YouTube pada September 2023 dengan judul yang merujuk pada aksi protes di Paris. Tidak ada kaitan dengan kekalahan Maroko dalam Piala Dunia.

Selain itu, tidak ada laporan dari media resmi Perancis maupun otoritas setempat mengenai kerusuhan di Paris pada tanggal yang disebutkan dalam unggahan. Justru, situasi di Paris setelah pertandingan berlangsung relatif kondusif, dengan pengamanan ketat dari kepolisian.

Menariknya, pola penyebaran hoaks ini tidak jarang terjadi. Momen-momen besar seperti Piala Dunia sering dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi palsu, terutama yang memicu emosi dan sentimen antarnegara. Dalam hal ini, rivalitas sepak bola antara Maroko dan Perancis menjadi latar yang mudah dipercaya oleh sebagian orang.

Dampak Misinformasi

Penyebaran video hoaks ini berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat, khususnya di kalangan penggemar sepak bola. Banyak warganet yang mengomentari video tersebut dengan nada marah dan kecewa, baik terhadap Maroko maupun Perancis. Hal ini dapat memperkeruh hubungan antarpendukung tim.

Menurut pakar komunikasi digital dari Universitas Indonesia, Dr. Rudi Hartono, hoaks semacam ini memanfaatkan bias konfirmasi dan emosi kolektif. “Masyarakat cenderung mempercayai informasi yang sesuai dengan ekspektasi atau sentimen mereka, tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa edukasi literasi digital sangat penting untuk menangkal penyebaran hoaks.

Pihak kepolisian Perancis juga telah mengeluarkan pernyataan bahwa tidak ada insiden kerusuhan signifikan yang terjadi setelah pertandingan Perancis vs Maroko. Mereka mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan informasi yang belum terverifikasi.

Kesimpulan

Video yang mengklaim kerusuhan di Paris akibat kekalahan Maroko dari Perancis di Piala Dunia 2026 adalah hoaks. Fakta menunjukkan bahwa video tersebut adalah rekaman lama dari tahun 2023 dan tidak ada hubungannya dengan pertandingan sepak bola. Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya, terutama di media sosial.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga