Gempa M5,4 Guncang Buol, Satu Pasien RS Tewas
Gempa M5,4 Guncang Buol, Satu Pasien RS Tewas

Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,4 mengguncang Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, pada Minggu (12/7) malam, mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan sejumlah bangunan rusak. Korban jiwa dilaporkan merupakan seorang pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buol.

Korban Jiwa dan Data Sementara

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buol, Moh Kachfi Mardjuni, menyatakan bahwa data sementara menunjukkan satu korban meninggal adalah pasien di RSUD Buol yang terdampak gempa. "Iya, data sementara yang kita terima saat ini, terdapat satu korban meninggal dunia yang merupakan pasien di RSUD Buol akibat terdampak gempa," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu malam.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya merilis gempa terjadi pada pukul 20.46 WITA. Gempa berkekuatan magnitudo 5,4 ini memiliki episenter sekitar 37 kilometer timur laut Buol, dengan kedalaman hiposenter 10 kilometer.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dampak dan Kerusakan Bangunan

Getaran gempa dirasakan cukup kuat di Kabupaten Buol, Tolitoli, Parigi Moutong, hingga wilayah Marisa dan Tilamuta di Provinsi Gorontalo. Akibat gempa, BPBD mencatat sejumlah bangunan mengalami kerusakan, antara lain kantor mal pelayanan publik, sebagian ruang perawatan RSUD Buol, kantor inspektorat, rumah makan, serta rumah warga di Kelurahan Kali dan satu rumah di Leok II.

Sebagian warga sempat mengungsi ke wilayah Gunung Kali dan beberapa kecamatan di Buol yang dianggap lebih aman. "Warga sempat berhamburan keluar rumah dan ada yang sebagian mengungsi ke daerah yang dianggap lebih aman, karena khawatir akan terjadinya gempa susulan," ungkap Kachfi.

Penanganan dan Imbauan

BPBD bersama pemerintah setempat dan BPBD Sulawesi Tengah melakukan asesmen untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dan kerusakan yang dialami. "Untuk malam ini situasi dilaporkan sudah kondusif dan sebagian besar warga telah kembali ke rumahnya masing-masing, namun kita tetap imbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan," kata Kachfi.

Penjelasan BMKG

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Guncangan dirasakan dengan skala IV MMI di Karamat, Biau, Lakea, Kota Tolitoli, dan Kota Buol, yang berarti pada siang hari dirasakan oleh banyak orang dalam rumah, gerabah pecah, jendela/pintu berderik, dan dinding berbunyi. Skala III MMI dirasakan di Kota Parigi, Kota Marisa, dan Kota Tilamuta, yang berarti getaran dirasakan nyata dalam rumah seperti ada truk berlalu.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik geser (Oblique-thrust)," kata Wijayanto.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga