Gempa bumi berkekuatan besar kembali mengguncang Jepang pada Selasa (28/7/2026) sore. Gempa bermagnitudo 6,8 yang melanda wilayah barat daya Jepang tersebut menyebabkan kerusakan parah pada bangunan, meruntuhkan fasilitas publik, serta memicu kebakaran dan melukai puluhan warga. Hingga Rabu pagi, laporan terbaru mencatat 13 orang tewas, dan jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah karena masih banyak korban yang diduga tertimbun reruntuhan bangunan dan pusat perbelanjaan.
Dampak dan Kerusakan Akibat Gempa
Guncangan gempa dirasakan kuat di beberapa prefektur di Jepang barat daya. Bangunan-bangunan tua dan fasilitas publik seperti sekolah serta rumah sakit dilaporkan runtuh. Kebakaran terjadi di beberapa lokasi akibat korsleting listrik dan kebocoran gas. Tim penyelamat masih berupaya mencari korban yang terjebak di bawah puing-puing.
Sejarah Gempa Besar di Jepang
Jepang merupakan salah satu negara yang paling sering dilanda gempa bumi. Sebelum gempa ini, pada 24 Juni 2026, gempa berkekuatan M 6,9 pernah menghantam area dekat Kuji, Prefektur Iwate. Sebelumnya lagi, pada 20 April 2025, gempa M 7,4 mengguncang lepas pantai Sanriku, Prefektur Iwate. Gempa-gempa tersebut juga menyebabkan kerusakan dan korban jiwa, meskipun tidak separah gempa terbaru.
Upaya Penyelamatan dan Bantuan
Pemerintah Jepang telah mengerahkan tim penyelamat dari berbagai daerah untuk membantu proses evakuasi dan pencarian korban. Bantuan logistik seperti makanan, air, dan selimut juga mulai didistribusikan ke tempat-tempat pengungsian. Badan Meteorologi Jepang (JMA) terus memantau aktivitas seismik dan mengeluarkan peringatan dini terhadap kemungkinan gempa susulan.



