Hantavirus Bukan Rekayasa, Foto Viral Disinformasi
Foto Viral Hantavirus Disinformasi, Bukan Rekayasa

Hantavirus kembali menjadi sorotan dunia setelah ditemukannya wabah di atas kapal pesiar berbendera Belanda, MV Hondius, pada awal Mei 2026. Pengguna media sosial ramai menyebarkan sebuah foto yang menampilkan seorang kamerawan turun dari kapal. Dalam foto tersebut, kamerawan terlihat merekam proses evakuasi yang dilakukan oleh petugas dengan alat pelindung diri (APD) lengkap.

Foto Viral dan Tuduhan Rekayasa

Foto itu dinarasikan sebagai bukti bahwa hantavirus hanyalah rekayasa belaka. Alasannya, si kamerawan tidak terlihat mengenakan APD sama sekali, sementara petugas lainnya menggunakan perlengkapan lengkap. Narasi ini menyebar luas di platform media sosial dan menimbulkan keraguan publik terhadap kebenaran wabah tersebut.

Fakta di Balik Foto

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan mendalam oleh Tim Cek Fakta Kompas.com, ditemukan bahwa foto tersebut disebarkan dengan konteks yang keliru. Tim menemukan bahwa foto yang beredar merupakan potongan dari sebuah video yang lebih panjang. Dalam video asli, terlihat bahwa kamerawan berada di zona aman dan tidak perlu menggunakan APD karena tidak berada di area kontaminasi. Selain itu, kamerawan juga telah menjalani prosedur dekontaminasi sebelumnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kesimpulannya, tuduhan bahwa hantavirus adalah rekayasa tidak berdasar. Foto yang viral tidak dapat dijadikan bukti valid karena konteksnya telah dimanipulasi. Masyarakat diimbau untuk lebih kritis dalam menerima informasi dan selalu memverifikasi kebenaran berita sebelum menyebarkannya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga