KOMPAS.com – Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) kembali menjadi sorotan dunia setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkannya sebagai darurat kesehatan internasional. Meskipun demikian, para ahli menegaskan bahwa situasi ini belum mengarah pada pandemi global seperti yang terjadi pada Covid-19.
Penyebaran Tanpa Terdeteksi
Wabah Ebola kali ini dinilai mengkhawatirkan karena penyebarannya berlangsung selama beberapa pekan tanpa terdeteksi di wilayah yang dilanda konflik bersenjata. Kondisi perang sipil membuat upaya pelacakan dan penanganan virus menjadi jauh lebih sulit, sebagaimana dilansir BBC pada Senin (18/5/2026).
Respons WHO
WHO mendeklarasikan keadaan darurat kesehatan global untuk varian Ebola yang langka ini. Langkah ini diambil untuk meningkatkan koordinasi internasional dalam menanggulangi wabah, meskipun risiko penyebaran global dinilai masih rendah.
Para ahli kesehatan masyarakat memperingatkan bahwa tanpa akses yang memadai ke daerah konflik, upaya vaksinasi dan pengobatan akan terhambat. Mereka mendesak komunitas internasional untuk memberikan dukungan logistik dan keamanan bagi petugas kesehatan di lapangan.



