Anjing pelacak atau K9 dikerahkan untuk menyisir Sekolah Dasar Negeri (SDN) 15 Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, setelah sekolah tersebut menerima ancaman bom. Selain anjing pelacak, petugas juga memeriksa rekaman Closed Circuit Television (CCTV) milik sekolah dan area sekitarnya. Setelah penyisiran yang berlangsung selama empat jam hingga pukul 13.00 WIB, kawasan sekolah dinyatakan aman dari barang mencurigakan.
Penyisiran Empat Jam dan Hasil Nihil
Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi menyatakan bahwa setelah penyisiran selama lebih kurang empat jam, tidak ditemukan barang-barang mencurigakan di lokasi. "Setelah disisir beberapa jam, lebih kurang dari 4 jam, itu tidak ada ditemukan ya barang-barang yang mencurigakan," ujarnya kepada wartawan di lokasi, Senin (13/7). Meskipun demikian, pihak kepolisian tetap melakukan pengamanan di sekitar sekolah untuk memastikan keamanan dan kelancaran kegiatan belajar mengajar. "Untuk pengamanan tetap kita masih ada di sini di sekitar sini karena memang dari Polres, dari Polsek yang menangani untuk mencari barang bukti untuk menindaklanjuti kasus yang ada," tambahnya.
Satu Orang Ditangkap Terkait Ancaman Bom
Polisi berhasil melacak nomor pengirim ancaman dan mengamankan satu orang berinisial MY (34). Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengonfirmasi penangkapan tersebut. "Untuk pelaku satu orang inisial MY, alamat di sekitar lokasi kejadian sekolah, sudah diamankan. Masih dalam pendalaman penyidik terkait tujuan dan motif dari yang bersangkutan," jelasnya. Motif pelaku masih didalami oleh penyidik.
MPLS Dihentikan Sementara
Sebelumnya, kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Senin (13/7/2026) terpaksa dihentikan setelah sekolah menerima ancaman bom melalui WhatsApp. Tim Gegana dan Densus 88 Antiteror diterjunkan untuk mensterilisasi lokasi. Seluruh siswa, guru, dan orang tua murid dievakuasi ke luar area sekolah sebagai langkah pengamanan selama proses pemeriksaan berlangsung.



