Sekitar 1.500 kapal dengan 20.000 awak dilaporkan terjebak di kawasan Teluk akibat blokade Iran di Selat Hormuz. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Organisasi Maritim Internasional (IMO) Arsenio Dominguez dalam Konvensi Maritim Amerika di Panama, pada Kamis (7/5/2026).
Latar Belakang Konflik
Konflik atau perang di Timur Tengah yang dimulai pada 28 Februari 2026, setelah Israel dan Amerika Serikat menyerang Iran, memicu respons balasan dari Teheran di berbagai wilayah. Situasi ini berdampak langsung pada aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, yang merupakan salah satu jalur perdagangan paling penting di dunia.
Dampak Blokade
Blokade yang diberlakukan Iran menyebabkan kapal-kapal tidak dapat melintasi Selat Hormuz, sehingga ribuan kapal dan awaknya terperangkap di Teluk. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan krisis kemanusiaan dan ekonomi global, mengingat Selat Hormuz adalah jalur utama pengiriman minyak dan gas.
IMO bersama negara-negara terkait terus berupaya mencari solusi diplomatik untuk mengakhiri blokade dan memulihkan keamanan pelayaran di kawasan tersebut.



