KOMPAS.com - Pilihan minuman harian antara teh atau kopi ternyata memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan tulang jangka panjang, khususnya bagi wanita lanjut usia (lansia). Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa konsumsi teh secara rutin berkaitan dengan kepadatan tulang yang lebih baik, sementara konsumsi kopi berlebih justru memberikan risiko sebaliknya.
Ancaman Osteoporosis pada Wanita di Atas 50 Tahun
Dilansir dari Science Alert, osteoporosis atau pengeroposan tulang merupakan masalah kesehatan yang umum menyerang wanita di atas usia 50 tahun. Statistik menunjukkan bahwa satu dari tiga wanita akan terdiagnosis penyakit ini. Osteoporosis menyebabkan tulang menjadi rapuh dan mudah patah, sehingga berdampak serius pada kualitas hidup.
Peran Teh dalam Kesehatan Tulang
Studi tersebut menemukan bahwa wanita lansia yang rutin mengonsumsi teh memiliki kepadatan tulang yang lebih baik dibandingkan mereka yang tidak. Kandungan flavonoid dan antioksidan dalam teh diduga berperan dalam memperkuat tulang dan memperlambat proses pengeroposan.
Risiko Kopi Berlebih
Sebaliknya, konsumsi kopi dalam jumlah berlebih justru dikaitkan dengan penurunan kepadatan tulang. Kafein dalam kopi dapat meningkatkan ekskresi kalsium melalui urine, yang lama-kelamaan mengganggu keseimbangan mineral tulang. Namun, efek ini tidak terlihat pada konsumsi kopi dalam jumlah moderat.
Kesimpulan dan Rekomendasi
Para peneliti menyarankan agar wanita lansia mempertimbangkan untuk mengganti atau mengurangi konsumsi kopi dengan teh sebagai bagian dari pola hidup sehat untuk menjaga kesehatan tulang. Meski demikian, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami mekanisme pastinya.



