Presiden Prabowo Subianto menghadiri Akad Massal 62.000 Unit KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan Rakyat sebesar Rp880 Miliar di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026). Dalam acara tersebut, ia melontarkan candaan yang menyoroti kedekatan Jaksa Agung ST Burhanuddin dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang duduk bersebelahan di barisan pejabat negara.
Momen Santai di Tengah Acara Resmi
Setelah menyapa sejumlah menteri Kabinet Merah Putih yang hadir, Prabowo memanggil nama Jaksa Agung dan Kapolri. "Jaksa Agung, Kapolri. Selalu berdekatan," ujar Prabowo. Mendengar hal itu, Listyo dan ST Burhanuddin langsung berdiri dan kompak memberikan hormat kepada presiden. Prabowo kemudian melanjutkan sapaannya kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. "Baru Panglima TNI," ucapnya.
Di tengah sambutan, Prabowo kembali menggoda keduanya. "Jaksa Agung, Kapolri duduk baik," guyon Prabowo. Candaan ini disambut tawa dari hadirin yang memenuhi lokasi acara.
Guyonan untuk Kapolda dan Kajari
Tidak hanya Jaksa Agung dan Kapolri, Prabowo juga menggoda Kapolda dan Kajari yang hadir. Ia memastikan semua penegak hukum dalam keadaan rukun. "Kapolda dan Kajari juga rukun. Baik semuanya baik," tutur Prabowo. Pernyataan ini menegaskan sinyalemen bahwa koordinasi antarlembaga penegak hukum berjalan harmonis di bawah pemerintahannya.
Menteri PKP Ikut Berkomentar
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, yang juga memberikan sambutan, ikut melempar candaan terkait posisi duduk Jaksa Agung dan Kapolri. Menurutnya, kedekatan tempat duduk keduanya adalah arahan langsung dari Presiden Prabowo. "Yang kami hormati Bapak Jaksa Agung, terima kasih Pak Jaksa, yang terhormat Bapak Panglima TNI, terima kasih, yang terhormat Bapak Kapolri makasih," jelas Maruarar. "Sudah bagus Pak Jaksa Agung sama Kapolri duduknya sudah dekat-dekat, Pak. Sesuai arahan Bapak (Presiden), paten," sambung dia.
Signifikansi Acara dan Pesan Kebersamaan
Akad massal ini merupakan bagian dari program pemerintah untuk menyediakan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Dengan target 62.000 unit rumah subsidi dan KUR perumahan rakyat senilai Rp880 miliar, pemerintah berupaya mendorong akses kepemilikan rumah. Di sela keseriusan acara, candaan Presiden Prabowo justru memperlihatkan kedekatan antar pejabat tinggi negara, khususnya antara Jaksa Agung dan Kapolri. Hal ini dianggap sebagai simbol sinergi antara penegakan hukum dan pembangunan infrastruktur perumahan.
Momen ini juga menekankan pentingnya koordinasi antara aparat penegak hukum dalam mendukung program-program prioritas pemerintahan Prabowo. Kedekatan yang terlihat di atas panggung diharapkan dapat diimplementasikan dalam kerja nyata di lapangan, terutama dalam mengawasi dan memastikan kelancaran program KPR subsidi bagi rakyat.



