Serangan Rusia di Sloviansk Tewaskan Ibu dan Anak 11 Tahun, 16 Orang Luka
Serangan Rusia di Sloviansk Tewaskan Ibu dan Anak, 16 Luka

Serangan Rusia di Sloviansk Ukraina Tewaskan Ibu dan Anak 11 Tahun

Rusia kembali melancarkan serangan militer ke Ukraina, kali ini menargetkan kota Sloviansk yang terletak di wilayah timur negara tersebut. Serangan ini mengakibatkan korban jiwa yang tragis, termasuk seorang gadis berusia 11 tahun dan ibunya, serta melukai setidaknya 16 orang lainnya.

Korban Sipil Meningkat dalam Serangan Pagi Hari

Pejabat regional Vadym Filashkin mengonfirmasi melalui media sosial bahwa korban tewas dalam serangan ini adalah seorang anak perempuan berusia 11 tahun dan ibunya. Di antara yang terluka, terdapat seorang gadis kecil berusia tujuh tahun, menunjukkan dampak brutal konflik terhadap warga tak bersalah.

Jaksa di wilayah Donetsk kemudian melaporkan bahwa jumlah warga sipil yang terluka di Sloviansk telah meningkat menjadi 16 orang. Gambar-gambar yang dipublikasikan menunjukkan rumah-rumah yang hancur parah akibat serangan tersebut.

Wali Kota Ungkap Detail Serangan Bom

Wali Kota Sloviansk, Vadym Lyakh, menyatakan bahwa Rusia menyerang kota itu dengan menggunakan bom sekitar pukul 10.00 pagi waktu setempat. Salah satu serangan langsung mengenai sebuah rumah pribadi, yang menyebabkan kerusakan besar dan korban luka, termasuk anak berusia tujuh tahun.

Polisi nasional Ukraina juga merilis video yang memperlihatkan sebuah rumah hancur total dan tertutup puing-puing, menggambarkan skala kehancuran yang diakibatkan oleh serangan ini.

Konteks Geopolitik dan Perkembangan Terkini

Sloviansk berada di wilayah Donetsk yang lebih luas, sebuah area yang telah menjadi titik panas dalam konflik antara Rusia dan Ukraina. Pasukan Moskow saat ini terus bergerak maju menuju kota ini, yang sebelumnya sempat jatuh ke tangan pasukan separatis pada tahun 2014.

Sebelum invasi Rusia pada tahun 2022, Sloviansk memiliki populasi sekitar 100.000 jiwa. Wilayah Donetsk sendiri adalah salah satu dari lima wilayah yang diklaim Kremlin sebagai bagian dari Rusia, dengan pasukan Moskow kini berada sekitar 15 kilometer dari Sloviansk.

Insiden Terkait di Wilayah Lain

Di sisi lain, di wilayah Zaporizhzhia selatan yang diduduki Rusia, pihak berwenang yang ditunjuk Moskow melaporkan serangan Ukraina terhadap sebuah prosesi pemakaman di desa Skelky. Insiden ini diklaim menewaskan satu orang, yang menurut media pemerintah Rusia TASS adalah seorang pendeta, dan melukai enam lainnya.

Selain itu, Gubernur Belgorod di perbatasan Rusia, Vyacheslav Gladkov, menyatakan bahwa serangan Ukraina di sebuah desa perbatasan menewaskan seorang pria yang sedang mengemudikan truk. Insiden-insiden ini menunjukkan eskalasi konflik yang meluas ke berbagai front.

Serangan ini kembali menyoroti dampak kemanusiaan yang parah dari perang yang berkepanjangan, dengan warga sipil sering menjadi korban utama dalam pertempuran antara kedua belah pihak.