Raja Charles III Diduga Sisipkan Pesan untuk Korban Epstein di Pidato Kongres AS
Raja Charles III Diduga Sisipkan Pesan untuk Korban Epstein

Raja Charles III menyampaikan pidato bersejarah di hadapan Kongres Amerika Serikat pada Selasa (28/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia diduga menyisipkan pesan halus terkait korban kasus Jeffrey Epstein. Pidato ini menjadikan Charles sebagai raja Inggris kedua yang pernah berbicara di hadapan Kongres AS, mengikuti jejak mendiang Ratu Elizabeth II.

Pidato Bersejarah Raja Charles

Raja Charles III menjadi raja Inggris kedua yang berpidato di depan Kongres Amerika Serikat. Ia mengikuti jejak mendiang Ratu Elizabeth II yang pernah menyampaikan pidato serupa pada tahun 1991. Pidato ini disampaikan di tengah kunjungan kenegaraan Raja Charles dan Ratu Camilla ke Amerika Serikat.

Pesan Halus untuk Korban Epstein

Dalam pidatonya, Raja Charles III diduga menyisipkan pesan halus yang berkaitan dengan korban kasus Jeffrey Epstein. Meskipun tidak secara eksplisit menyebut nama Epstein, beberapa kalimat dalam pidato tersebut diinterpretasikan sebagai dukungan bagi para korban. Hal ini menarik perhatian publik dan media, mengingat kasus Epstein melibatkan banyak tokoh berpengaruh.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Menekankan Hubungan Inggris-AS

Dalam sambutannya, Raja Charles menekankan pentingnya memperbarui hubungan antara Inggris dan Amerika Serikat di tengah “masa ketidakpastian besar”. Ia menyebutkan kerja sama di bidang keamanan, perdagangan, dan perubahan iklim sebagai prioritas utama. Pidato ini disambut hangat oleh anggota Kongres dari kedua partai.

Kunjungan Kenegaraan Tetap Berjalan

Sebelumnya, ada kekhawatiran bahwa kunjungan Raja Charles dan Ratu Camilla ke AS akan dibatalkan akibat insiden penembakan. Namun, pihak Istana Buckingham memastikan kunjungan tetap berlangsung sesuai rencana. Ratu Camilla juga hadir dalam pidato tersebut dan duduk di balkon khusus.

Pidato Raja Charles III di Kongres AS menjadi momen bersejarah yang tidak hanya memperkuat hubungan bilateral, tetapi juga menyentuh isu kemanusiaan yang sensitif. Publik menantikan langkah selanjutnya dari pihak Kerajaan Inggris terkait pesan yang disampaikan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga