Putin Desak Trump Akhiri Perang AS-Israel Vs Iran dalam Teleponan 1 Jam
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melakukan pembicaraan penting melalui sambungan telepon pada Senin (9/3) waktu setempat. Menurut penasihat kebijakan luar negeri Kremlin, Yuri Ushakov, percakapan yang berlangsung selama satu jam penuh ini dilakukan atas inisiatif langsung dari pihak Amerika Serikat.
Fokus Utama pada Konflik Iran
Ushakov, yang memberikan penjelasan resmi kepada wartawan pada Selasa (10/3/2026), mengungkapkan bahwa diskusi antara kedua pemimpin dunia tersebut terutama berfokus pada situasi konflik yang melibatkan Iran dan Ukraina, serta perkembangan terkini di Venezuela. Ini merupakan percakapan telepon pertama antara Putin dan Trump dalam lebih dari dua bulan terakhir, sekaligus menjadi yang pertama diumumkan secara publik sejak Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan skala besar terhadap Iran pada 28 Februari lalu.
Dalam penjelasan mendetailnya, Ushakov menyatakan bahwa Presiden Putin secara tegas mendesak "penyelesaian politik dan diplomatik yang cepat" untuk perang yang sedang berlangsung antara AS-Israel melawan Iran. Negara Timur Tengah tersebut diketahui merupakan sekutu utama Rusia di kawasan tersebut.
Gagasan Penyelesaian Konflik
"Tentu saja, penekanannya diletakkan pada situasi seputar konflik dengan Iran," tegas Ushakov kepada para wartawan yang hadir. Presiden Rusia dikabarkan telah menguraikan sejumlah gagasan konkret yang bertujuan untuk menyelesaikan konflik secepat mungkin melalui jalur-jalur politik dan diplomatik.
Gagasan tersebut mencakup berbagai kontak terbaru yang telah dilakukan Putin dengan para pemimpin negara Teluk, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, serta sejumlah pemimpin internasional lainnya yang terlibat dalam dinamika kawasan.
Respons dari Pihak Amerika Serikat
Di sisi lain, Presiden Donald Trump dikabarkan memberikan respons terhadap desakan Putin dengan menyampaikan penilaiannya sendiri mengenai situasi yang berkembang, khususnya dalam konteks operasi militer AS-Israel yang masih berlangsung. "Terjadi pertukaran pendapat yang rinci dalam hal itu, yang saya yakini, akan bermanfaat bagi kedua belah pihak," tambah Ushakov menegaskan.
Lebih lanjut, penasihat Kremlin tersebut menggambarkan keseluruhan percakapan telepon antara kedua pemimpin sebagai dialog yang "profesional, terbuka, dan konstruktif". Ushakov menilai diskusi tersebut memiliki substansi yang sangat mendalam dan kemungkinan besar akan membawa signifikansi praktis bagi kerja sama lebih lanjut antara Rusia dan Amerika Serikat di masa mendatang.
Percakapan bersejarah ini terjadi di tengah ketegangan global yang semakin meningkat, terutama setelah serangan besar-besaran AS-Israel terhadap Iran yang memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas. Kedua negara adidaya tersebut sebelumnya telah beberapa kali terlibat dalam pembicaraan serupa, namun kali ini dianggap memiliki urgensi khusus mengingat perkembangan militer terkini di kawasan Timur Tengah.
