Klaim Netanyahu Soal Kematian Khamenei Picu Kontroversi Internasional
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeluarkan pernyataan kontroversial usai serangan militer terhadap wilayah Iran. Dalam siaran televisi yang dilansir AFP pada Minggu (1/3/2026), Netanyahu dengan tegas mengklaim bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah tewas dalam operasi militer tersebut.
Serangan Dahsyat di Jantung Teheran
Netanyahu menggambarkan serangan tersebut sebagai operasi mendadak yang menghancurkan kompleks kediaman Khamenei di pusat ibu kota Iran. "Pagi ini, dalam serangan mendadak yang dahsyat, kompleks kediaman diktator Ali Khamenei hancur di jantung Teheran," ujar Netanyahu dalam pernyataan resminya.
Menurut laporan yang beredar, pasukan Israel dan Amerika Serikat disebut-sebut menjatuhkan sekitar 30 bom ke lokasi tersebut. Netanyahu menambahkan bahwa terdapat banyak indikasi yang menunjukkan Khamenei tidak selamat dari serangan tersebut.
Bantahan Tegas dari Pemerintah Iran
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memberikan sanggapan langsung terhadap klaim Netanyahu. Dalam wawancara eksklusif dengan NBC News, Araghchi menyatakan dengan jelas bahwa Khamenei masih hidup dan dalam kondisi baik.
"Anda tidak dapat melakukan perubahan rezim sementara jutaan orang mendukung rezim yang disebut-sebut itu," tegas Araghchi dari ibu kota Teheran. Dia menambahkan bahwa sepengetahuan pemerintah Iran, Pemimpin Tertinggi yang berusia 86 tahun tersebut masih berada di tempat yang aman.
Laporan Media dan Situasi Terkini
Dua jaringan televisi terkemuka di Israel telah melaporkan kematian Khamenei berdasarkan sumber militer mereka. Seorang pejabat senior Israel bahkan menyatakan kepada Reuters bahwa Khamenei tewas dalam serangan yang terjadi pada Sabtu (28/2).
Namun hingga berita ini diturunkan, pemerintah Iran belum memberikan konfirmasi resmi mengenai kondisi Khamenei pasca-serangan. Beberapa poin penting yang perlu dicatat:
- Netanyahu menuduh Khamenei sebagai diktator yang menindas rakyatnya sendiri selama lebih dari tiga setengah dekade
- Israel mengklaim telah mengakhiri rencana Iran untuk menghancurkan negara Yahudi tersebut
- Pemerintah Iran menegaskan bahwa Israel tidak memiliki kemampuan untuk mengganti rezim di negara mereka
- Ketegangan antara kedua negara semakin memanas setelah serangkaian pertukaran serangan militer
Situasi ini menambah kompleksitas konflik Timur Tengah yang sudah berlangsung puluhan tahun. Dunia internasional kini menunggu perkembangan lebih lanjut dan konfirmasi resmi mengenai kondisi sebenarnya dari pemimpin tertinggi Iran tersebut.
