Malaysia Kecam Serangan Israel ke Iran: Dunia Tidak Perlu Perang Baru
Liputan6.com - Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan, secara tegas mengecam serangan yang dilancarkan Israel terhadap Iran. Dalam pernyataannya pada Sabtu, 28 Februari 2026, Hasan menegaskan bahwa dunia saat ini tidak memerlukan perang baru yang dapat memperburuk situasi global.
Kecaman Keras atas Pelanggaran Hukum Internasional
Menurut Hasan, serangan tersebut merupakan tindakan agresif yang jelas melanggar prinsip-prinsip hukum internasional. Pelanggaran ini mencakup Konvensi Jenewa, berbagai resolusi Dewan Keamanan PBB, Majelis Umum PBB, serta prinsip dasar dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
"Tindakan agresif ini hanya akan menambah penderitaan rakyat yang tidak bersalah dan membuka peluang terjadinya konflik yang lebih luas. Dunia saat ini tidak membutuhkan perang baru," ujar Hasan.
Dia menilai serangan itu juga telah melanggar kedaulatan Iran dan mengancam keamanan serta stabilitas regional. Hasan menekankan bahwa kekerasan bukanlah solusi, apa pun alasannya, dan menyerukan agar serangan segera dihentikan.
Risiko Ketegangan yang Lebih Besar
Hasan menyatakan kekhawatiran mendalam bahwa serangan ini berisiko memicu ketegangan yang lebih besar di kawasan Timur Tengah. Dia mendesak agar semua pihak kembali ke jalur diplomasi dan perundingan untuk menjamin perdamaian serta stabilitas global.
"Perundingan perlu dilakukan demi menjamin perdamaian serta stabilitas global," tambahnya.
Imbauan Kemlu RI bagi WNI di Iran
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) terus memantau situasi keamanan di Iran pasca-serangan. Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, mengimbau Warga Negara Indonesia (WNI) di Iran untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan.
"KBRI Tehran telah memastikan terjadi serangan bersenjata melalui udara di beberapa kota sekitar pukul 09.45 waktu setempat," kata Yvonne seperti dilansir Antara.
KBRI Tehran telah melakukan komunikasi intensif dengan WNI dan menerbitkan edaran berisi saran serta langkah konkret untuk memastikan keselamatan mereka. Dalam keadaan darurat, WNI dapat menghubungi hotline KBRI Tehran.
Latar Belakang Serangan dan Respons Internasional
Serangan udara Israel ke Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026, dilaporkan sebagai serangan kedua oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, setelah serangan pertama pada Juni 2025. Trump menyatakan operasi militer ini bertujuan melindungi rakyat AS dari ancaman pengembangan senjata nuklir Iran.
Sebelumnya, AS dan Iran telah melakukan tiga putaran perundingan nuklir yang dimediasi Oman, dengan fokus pada pembatasan pengayaan uranium Iran sebagai imbalan pencabutan sanksi. Pada Jumat, 27 Februari 2026, Menteri Luar Negeri Oman mengumumkan kesepakatan kebijakan tanpa penimbunan uranium yang diperkaya.
Selain Malaysia, negara-negara seperti Rusia, China, dan Brasil juga mengutuk serangan ini, mendesak penghentian aksi militer dan kembali ke diplomasi.



