Kim Yo Jong, adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, melontarkan kritik pedas terhadap ASEAN. Dalam forum regional tahunannya pekan lalu, Perhimpunan Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) menyatakan 'keprihatinan mendalam' atas pengembangan senjata nuklir Pyongyang yang sedang berlangsung. ASEAN juga menekankan pentingnya dialog 'untuk mewujudkan perdamaian dan stabilitas abadi di Semenanjung Korea yang bebas nuklir'. Menanggapi hal itu, Kim Yo Jong mengecam posisi ASEAN sebagai 'bodoh dan konyol'. Korea Utara telah lama bersikeras pada haknya untuk memiliki senjata nuklir dan program rudal balistik, meskipun dilarang berdasarkan sanksi Dewan Keamanan PBB. Negara itu bahkan mengabadikan status nuklirnya dalam konstitusi pada tahun 2023.
Mantan Presiden Honduras Kembali Setelah Diampuni Trump
Mantan Presiden Honduras, Juan Orlando Hernandez, telah kembali ke tanah airnya setelah mendapatkan pengampunan dari Presiden AS Donald Trump tahun lalu. Hernandez sebelumnya dijatuhi hukuman 45 tahun penjara oleh pengadilan AS atas kasus perdagangan narkoba. Trump memberikan pengampunan pada Desember tahun lalu, dengan alasan bahwa Hernandez tidak mendapatkan persidangan yang adil dan dijebak oleh pemerintahan mantan Presiden Joe Biden. Dilaporkan oleh AFP pada Senin (27/7/2026), Hernandez mendarat dengan pesawat pribadi di Tegucigalpa, ibu kota Honduras, pada Minggu (26/7) waktu setempat, dan kemudian menghadiri sebuah rally di kota Comayagua. Kepulangannya terjadi empat tahun setelah ia diekstradisi ke AS.
Bahrain dan Kuwait Diam-diam Serang Iran
Bahrain dan Kuwait secara diam-diam mengerahkan jet tempur untuk menyerang target-target di wilayah Iran. Ini menandai tindakan pembalasan langsung pertama mereka terhadap Iran. Menurut laporan Wall Street Journal (WSJ) yang mengutip sumber-sumber yang mengetahui detail serangan, serangan udara yang dilakukan awal bulan tersebut menargetkan fasilitas penyimpanan drone dan rudal Iran, di antara situs militer lainnya. Dilansir Jerusalem Post, sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan bahwa kedua negara Teluk tersebut memiliki angkatan udara yang relatif kecil yang dilengkapi dengan pesawat AS dan Eropa, tetapi tidak bersedia membiarkan Teheran terus menyerang mereka tanpa balasan.
Iran Peringatkan Israel dan Inggris Jangan Bantu AS
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah memperingatkan rezim Israel dan Inggris agar tidak membantu dan mendukung Amerika Serikat dalam perangnya terhadap Iran. Juru bicara IRGC, Brigadir Jenderal Hossein Mohebi, menyampaikan pernyataan tersebut pada hari Minggu (26/7) waktu setempat, dua hari setelah AS menghentikan serangan udara terhadap Iran setelah hampir dua minggu bombardir yang memicu respons tegas Iran. Mohebi mengatakan bahwa Israel berupaya agar AS tetap terlibat di kawasan dengan mempengaruhi Presiden Donald Trump dan memberikan informasi yang menyesatkan, 'menggunakan kekuatan Amerika untuk mewujudkan tujuannya sendiri.'
Iran Marah atas Serangan Ukraina ke Kapalnya
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa serangan militer Ukraina terhadap sebuah kapal komersial Iran di Laut Kaspia 'tidak bisa dibiarkan tanpa balasan'. Araghchi bahkan menuduh adanya keterlibatan Israel dalam serangan yang menewaskan sedikitnya satu orang tersebut. Kementerian Luar Negeri Iran melaporkan bahwa serangan Ukraina menyebabkan kapal komersial Teheran tersebut meledak, menewaskan satu pelaut dan melukai satu pelaut lainnya. Dilansir Anadolu Agency pada Senin (27/7/2026), Araghchi memberikan reaksi keras dengan memperingatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bahwa serangan tersebut tidak akan dibiarkan begitu saja.



