Iran Berikan Ultimatum ke AS-Israel Setelah Dua Universitasnya Hancur Dibom
Teheran - Iran telah mengeluarkan ultimatum tegas kepada Amerika Serikat (AS) dan Israel menyusul serangan yang menghancurkan dua universitas di negara tersebut. Garda Revolusi Iran memperingatkan akan membalas dengan menyerang kampus-kampus AS yang berlokasi di kawasan Timur Tengah jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.
Ultimatum Resmi dengan Batas Waktu Ketat
Dalam pernyataan resmi yang disiarkan oleh media Iran dan dilansir AFP pada Minggu (29/3/2026), pemerintah Iran memberikan tenggat waktu hingga pukul 12 siang waktu Teheran pada Senin, 30 Maret 2026. "Jika pemerintah AS ingin universitas-universitasnya di kawasan ini bebas dari pembalasan, mereka harus mengutuk pemboman universitas-universitas tersebut dalam pernyataan resmi paling lambat batas waktu yang ditetapkan," bunyi pernyataan tersebut.
Iran juga mengimbau seluruh mahasiswa, dosen, karyawan, serta warga yang tinggal di sekitar kampus-kampus AS di negara-negara Teluk untuk segera menjaga jarak minimal satu kilometer dari gedung-gedung tersebut. Beberapa universitas AS memang memiliki cabang yang tersebar di wilayah Teluk, seperti:
- Universitas Texas A&M di Qatar
- New York University di Uni Emirat Arab
Serangan AS-Israel dan Dampaknya
Serangan udara yang dilancarkan oleh AS dan Israel terjadi pada Jumat (27/3) malam hingga Sabtu (28/3), dengan sasaran utama di Teheran, termasuk sebuah universitas sains dan teknologi di bagian timur laut ibu kota. Meskipun bangunan-bangunan mengalami kerusakan parah, laporan menyebutkan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Keterlibatan Houthi Yaman Memperumit Situasi
Selain ultimatum dari Iran, konflik di Asia Barat semakin memanas dengan bergabungnya kelompok pemberontak Houthi dari Yaman, yang didukung oleh Iran, dalam perang melawan AS dan Israel. Dilaporkan oleh AFP, Houthi mengklaim telah meluncurkan serangan rudal kedua terhadap Israel, yang meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya perang ke wilayah Laut Merah.
Keterlibatan Houthi ini menambah kompleksitas pada perang yang telah berlangsung selama sebulan, dipicu oleh serangan AS dan Israel terhadap Iran. Konflik tersebut telah memberikan dampak signifikan pada sebagian besar wilayah Semenanjung Arab, mengancam stabilitas regional.



