Iran Mencak-mencak ke AS Perkara Jual Minyak, Ancaman Trump Membara
Iran Mencak-mencak ke AS Perkara Jual Minyak

Insiden Tiga Kapal Tanker di Selat Hormuz

Konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) terus memanas setelah Garda Revolusi Iran (IRGC) menghentikan tiga kapal tanker minyak yang mencoba melewati Selat Hormuz. Dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh media pemerintah Iran, IRGC menyebut bahwa kapal-kapal tersebut diprovokasi oleh tentara Amerika. "Tiga kapal tanker minyak, yang diprovokasi dan digoda oleh tentara Amerika yang membunuh anak-anak, mencoba melewati rute yang dipasangi ranjau di selatan Selat Hormuz," demikian pernyataan IRGC.

Dilansir AFP dan Aljazeera pada Kamis (23/7), IRGC melaporkan bahwa salah satu kapal tanker meledak dan terbakar saat melintas di lepas pantai Oman. Dua kapal lainnya segera berbalik arah setelah ledakan tersebut. "Tetapi setelah salah satunya meledak dan terbakar, dua lainnya dengan cepat berbalik dan kembali," kata pernyataan tersebut. IRGC tidak menyebutkan kapan insiden itu terjadi, namun menegaskan bahwa Selat Hormuz berada di bawah kendali mereka.

IRGC juga mengancam bahwa kapal mana pun yang mencoba melintas tanpa koordinasi dengan Iran akan mengalami nasib yang sama. "Angkatan Laut IRGC yang kuat menekankan bahwa Selat Hormuz berada di bawah kendali kami... dan kapal mana pun yang tertipu oleh AS dan bermaksud untuk melewatinya tanpa koordinasi dengan Republik Islam Iran akan mengalami nasib yang sama," imbuh Garda Revolusi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Ancaman Trump: Bom Infrastruktur Sipil Iran

Presiden AS Donald Trump kembali memberikan ancaman keras terhadap Iran. Melalui media sosial Truth Social, Trump menyatakan bahwa militernya akan membom infrastruktur sipil Iran setiap kali Teheran menembaki kapal di Selat Hormuz. "Setiap kali Republik Islam Iran menembaki kapal di Selat Hormuz, baik itu dengan rudal, roket, drone, atau perangkat atau senjata lainnya, Amerika Serikat akan membom dan menghancurkan SATU JEMBATAN ATAU PEMBANGKIT LISTRIK," tulis Trump, seperti dilansir AFP pada Rabu (22/7/2026).

Ancaman ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara. Iran melaporkan bahwa serangan rudal AS menghantam Pulau Larak di Selat Hormuz pada sore hari waktu setempat. Kantor berita Iran, Tasnim, menulis, "Pada pukul 14.48, Pulau Larak menjadi sasaran rudal Amerika." Pihak berwenang Iran saat ini sedang melakukan penyelidikan untuk menentukan skala serangan, titik dampak yang tepat, dan tingkat kerusakan yang mungkin terjadi.

Iran Tegaskan: Jika Kami Tak Bisa Jual Minyak, Negara Lain Juga Tak Bisa

Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, yang juga negosiator utama Teheran, kembali menegaskan bahwa situasi di Selat Hormuz tidak akan kembali seperti sebelum perang. Dalam pernyataan terbaru via media sosial X, seperti dilansir Anadolu Agency dan Al Arabiya pada Kamis (23/7/2026), Ghalibaf memperingatkan AS bahwa tidak akan ada negara di kawasan Timur Tengah yang dapat menjual minyak jika Iran dihalangi untuk melakukannya.

"Persamaan dalam perang ini sudah jelas: semuanya atau tidak sama sekali!" kata Ghalibaf. "Di kawasan di mana kami tidak dapat menjual minyak, tidak akan ada pihak lain yang akan menjual minyak," ucapnya dengan nada memperingatkan. Ghalibaf juga memperingatkan bahwa jika keamanan Iran tidak terjamin, maka "tidak ada infrastruktur yang akan tetap aman".

"Jika keamanan kami tidak terjamin, tidak akan ada infrastruktur yang aman, dan selat tersebut hanya akan aman jika tidak ada kehadiran pasukan Amerika," ujarnya, merujuk pada Selat Hormuz. "Kami telah berulang kali menegaskan bahwa situasi di selat tersebut tidak akan kembali ke kondisi sebelum perang," tegas Ghalibaf.

Dampak dan Eskalasi Konflik

Ketegangan antara Iran dan AS terus meningkat sejak beberapa pekan terakhir. Insiden di Selat Hormuz dan ancaman saling balas antara kedua negara menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya konflik terbuka yang dapat mengganggu pasokan minyak global. Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi pengiriman minyak dari kawasan Teluk Persia, dan setiap gangguan di sana dapat memicu lonjakan harga minyak dunia.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari AS mengenai serangan rudal di Pulau Larak. Namun, Trump telah berulang kali menegaskan bahwa AS akan melindungi kepentingannya di kawasan tersebut. Di sisi lain, Iran menunjukkan sikap tidak kenal kompromi dengan mengancam akan menutup Selat Hormuz jika kepentingannya terancam. Situasi ini masih terus berkembang dan dunia menanti langkah selanjutnya dari kedua negara.