Pemerintah Iran secara resmi menyatakan bahwa sikap diam yang diambil oleh sejumlah negara terhadap aksi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel telah secara signifikan memperburuk tatanan hukum dan moral di tingkat internasional. Teheran dengan tegas mengingatkan bahwa seluruh negara di dunia memiliki kewajiban yang tidak dapat diabaikan untuk tidak terlibat, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam bentuk agresi apa pun terhadap negara lain.
Pernyataan Resmi dalam Percakapan Telepon
Pernyataan keras ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, selama percakapan telepon yang dilakukan dengan Menteri Luar Negeri Yunani, Giorgos Gerapetritis, pada hari Sabtu tanggal 28 Maret 2026. Dalam dialog tersebut, kedua pejabat tinggi itu secara mendalam membahas berbagai dampak dari perang yang oleh Iran disebut sebagai agresi yang dilakukan secara bersama-sama oleh Amerika Serikat dan Israel.
Dampak terhadap Stabilitas Global
Iran menekankan bahwa ketidakpedulian atau sikap diam dari negara-negara lain tidak hanya memperparah situasi konflik, tetapi juga mengikis fondasi hukum internasional yang seharusnya dijaga oleh semua bangsa. Abbas Araghchi menegaskan bahwa setiap negara harus bertanggung jawab untuk mencegah keterlibatan dalam agresi, karena hal ini dapat memicu ketidakstabilan yang lebih luas di kawasan dan dunia.
Lebih lanjut, pemerintah Iran menggarisbawahi bahwa agresi militer semacam itu tidak hanya melanggar kedaulatan negara lain, tetapi juga bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar perdamaian dan keadilan global. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, di mana Iran sering kali menjadi pihak yang dikritik oleh AS dan Israel atas berbagai isu keamanan.
Konteks Percakapan dengan Yunani
Percakapan telepon antara Menteri Luar Negeri Iran dan Yunani ini tidak hanya fokus pada kritik terhadap AS dan Israel, tetapi juga membuka ruang diskusi mengenai bagaimana negara-negara dapat bekerja sama untuk mempromosikan resolusi damai. Yunani, sebagai anggota Uni Eropa, diharapkan dapat memainkan peran mediator dalam meredakan ketegangan ini.
Iran berargumen bahwa tanpa tekanan dan kritik dari komunitas internasional, aksi militer yang dilakukan oleh AS dan Israel akan terus berlanjut dan bahkan mungkin meluas, sehingga mengancam stabilitas regional. Oleh karena itu, Teheran mendesak semua negara untuk mengambil sikap yang lebih proaktif dalam menegakkan hukum internasional dan menolak segala bentuk agresi.



