Falkland atau Malvinas: Sejarah Sengketa Argentina vs Inggris
Falkland atau Malvinas: Sejarah Sengketa Argentina vs Inggris

Kepulauan Falkland atau Islas Malvinas kembali menjadi sorotan setelah tim nasional Argentina membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas Son Argentinas" atau "Malvinas adalah milik Argentina" usai mengalahkan Inggris dalam ajang Piala Dunia 2026. Aksi tersebut memicu respons dari Perdana Menteri Inggris Keir Starmer yang meminta FIFA menyelidikinya.

Apa Itu Kepulauan Falkland atau Malvinas?

Merujuk laman resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Kepulauan Falkland atau Islas Malvinas merupakan gugusan pulau di Samudra Atlantik Selatan yang terletak sekitar 500 kilometer dari pesisir Argentina. Wilayah ini terdiri atas dua pulau utama, East Falkland dan West Falkland, serta ratusan pulau kecil di sekitarnya.

Menurut Pemerintah Kepulauan Falkland (Falkland Islands Government), wilayah tersebut saat ini berstatus sebagai self-governing British Overseas Territory. Pemerintah lokal mengelola sebagian besar urusan dalam negeri, sedangkan Inggris bertanggung jawab atas pertahanan dan hubungan luar negeri. Di Inggris, wilayah itu dikenal sebagai Falkland Islands, sementara Argentina menyebutnya Islas Malvinas. Perbedaan penamaan tersebut mencerminkan perbedaan klaim kedaulatan yang hingga kini masih diperdebatkan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Mengapa Diperebutkan Argentina dan Inggris?

Dikutip dari dokumen resmi Kementerian Luar Negeri Argentina berjudul The Question of the Malvinas, Argentina menyatakan kepulauan tersebut merupakan bagian dari wilayah nasional yang diwarisi setelah kemerdekaan dari Spanyol. Pemerintah Argentina menilai Inggris mengambil alih wilayah itu pada 1833 dan sejak saat itu terus menyerukan penyelesaian sengketa melalui perundingan sebagaimana dianjurkan PBB.

Sebaliknya, Pemerintah Inggris menegaskan Kepulauan Falkland merupakan Wilayah Seberang Laut Britania (British Overseas Territory). Inggris juga menyatakan masa depan kepulauan harus ditentukan oleh masyarakat Falkland melalui prinsip self-determination atau hak menentukan nasib sendiri.

Menurut PBB, isu Kepulauan Falkland atau Malvinas telah masuk dalam daftar Non-Self-Governing Territories sejak 1946. Komite Khusus Dekolonisasi PBB secara berkala mengadopsi resolusi yang mendorong Argentina dan Inggris melanjutkan dialog untuk mencari penyelesaian damai atas sengketa tersebut.

Sejarah Konflik hingga Perang Falkland

Merujuk arsip sejarah National Records of Scotland mengenai Battle of Falkland Islands dan informasi resmi Pemerintah Kepulauan Falkland, wilayah ini telah menjadi lokasi persaingan sejumlah negara Eropa sejak abad ke-18 sebelum akhirnya dikuasai Inggris pada 1833. Argentina kemudian tetap mengklaim kepulauan tersebut sebagai bagian dari wilayahnya.

Konflik memuncak pada 2 April 1982 ketika pasukan Argentina mendarat dan mengambil alih kepulauan itu. Menurut Pemerintah Kepulauan Falkland, Inggris kemudian mengirim satuan tugas militer ke Atlantik Selatan untuk merebut kembali wilayah tersebut. Perang berlangsung selama 74 hari dan berakhir pada 14 Juni 1982 setelah pasukan Argentina menyerah. Pemerintah Kepulauan Falkland menyebut perang tersebut menjadi salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah modern kepulauan karena membawa perubahan besar terhadap aspek pertahanan, pemerintahan, dan pembangunan wilayah.

Bagaimana Statusnya Saat Ini?

Saat ini, Kepulauan Falkland tetap berada di bawah administrasi Inggris. Menurut Pemerintah Kepulauan Falkland, dalam referendum tahun 2013 sebanyak 99,8 persen pemilih mendukung agar kepulauan tetap menjadi Wilayah Seberang Laut Britania.

Namun, Argentina tidak mengakui hasil referendum tersebut. Dalam dokumen resmi Kementerian Luar Negeri Argentina, pemerintah berpendapat prinsip self-determination tidak dapat diterapkan dalam kasus Malvinas karena penduduk saat ini dinilai merupakan populasi yang terbentuk setelah pendudukan Inggris pada 1833.

Perbedaan pandangan itu membuat sengketa kedaulatan Kepulauan Falkland atau Malvinas masih berlangsung hingga sekarang. PBB pun terus mendorong kedua negara untuk melanjutkan dialog dan mencari penyelesaian secara damai sesuai resolusi yang telah disepakati.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga