Komisi I DPR Minta Prabowo Suarakan Dukungan Kemerdekaan Palestina di Rapat Board of Peace
DPR Minta Prabowo Suarakan Dukungan Palestina di Board of Peace

Komisi I DPR Dorong Prabowo Perjuangkan Palestina di Forum Board of Peace

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan menghadiri rapat perdana Board of Peace yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Sukamta, menyampaikan harapan agar pemerintah dapat memanfaatkan forum internasional tersebut untuk memperkuat dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.

Peluang Diplomasi Aktif Indonesia

Dalam pernyataannya kepada wartawan pada Rabu, 11 Februari 2026, Sukamta menegaskan bahwa kehadiran Indonesia dalam Board of Peace harus dilihat sebagai peluang strategis. "Bagi Indonesia, sesuai dengan yang ditegaskan oleh Presiden Prabowo beberapa kali, kehadiran dalam forum Board of Peace harus dilihat sebagai peluang untuk memperkuat peran aktif kita dalam mendorong perdamaian dunia, sesuai amanat konstitusi," ujarnya.

Politikus dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menambahkan bahwa setiap langkah diplomasi Indonesia harus konsisten dengan komitmen historis bangsa terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina, sambil tetap berpijak pada kepentingan nasional.

Tiga Poin Penting yang Perlu Ditegaskan

Sukamta menguraikan setidaknya tiga hal krusial yang perlu ditekankan oleh pemerintah Indonesia dalam rapat perdana tersebut:

  1. Penghentian Kekerasan: Mendorong penghentian segera seluruh bentuk kekerasan terhadap warga sipil Palestina dan memastikan perlindungan maksimal bagi mereka. "Stabilitas dan keamanan merupakan prasyarat utama bagi proses perdamaian yang berkelanjutan," tegasnya.
  2. Dukungan untuk Kemerdekaan Palestina: Menegaskan kembali dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan penuh Palestina melalui solusi dua negara yang adil, bermartabat, dan sesuai dengan hukum internasional.
  3. Rekonstruksi dan Hak Rakyat Palestina: Memastikan setiap agenda rekonstruksi dan pemulihan pascakonflik berjalan seiring dengan penghormatan terhadap hak-hak rakyat Palestina dan prinsip kedaulatan. "Perdamaian yang kokoh harus dibangun di atas keadilan, bukan sekadar penghentian konflik sementara," imbuhnya.

Komitmen Pemerintah Indonesia

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) telah mengonfirmasi kehadiran Presiden Prabowo dalam rapat perdana Board of Peace. Juru Bicara Kemlu, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, menyatakan bahwa kehadiran ini menegaskan komitmen Indonesia untuk berperan aktif sejak awal dalam menentukan arah dan kerja forum tersebut.

"Indonesia akan menggunakan Board of Peace untuk memperjuangkan perlindungan warga sipil, mendorong pemulihan dan rekonstruksi Gaza, serta mengupayakan perdamaian yang adil dan berkelanjutan bagi Palestina berdasarkan solusi dua negara," jelas Nabyl.

Sukamta menilai partisipasi Indonesia dalam Board of Peace merupakan bagian dari diplomasi aktif dan kontribusi nyata dalam menciptakan tatanan dunia yang lebih stabil dan berkeadilan. Dia berharap momentum ini dapat dimanfaatkan untuk mempertegas posisi Indonesia sebagai bangsa yang konsisten memperjuangkan perdamaian, keadilan, dan kemanusiaan di kancah global.