Dewan Perdamaian Trump Gelar Pertemuan Perdana, Indonesia Konfirmasi Hadir
Dewan Perdamaian Trump Gelar Pertemuan Perdana, Indonesia Hadir

Dewan Perdamaian Trump Gelar Pertemuan Perdana di Washington, Indonesia Konfirmasi Hadir

Washington, Amerika Serikat - Board of Peace atau Dewan Perdamaian, yang didirikan dan diketuai oleh mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, akan menggelar pertemuan perdana pada Kamis, 19 Februari 2026, di ibu kota negara tersebut. Forum internasional ini diharapkan menjadi wadah dialog global untuk isu-isu perdamaian dan keamanan dunia.

Undangan ke 50 Negara dan Respons Positif

Gedung Putih dilaporkan telah mengirimkan undangan resmi kepada setidaknya 50 negara dari berbagai belahan dunia untuk berpartisipasi aktif dalam pertemuan bersejarah ini. Dari jumlah tersebut, sebanyak 35 pemimpin negara telah menunjukkan minat awal untuk bergabung, menandakan antusiasme yang cukup tinggi terhadap inisiatif baru ini.

Lebih lanjut, dari 35 negara yang berminat, telah dipastikan bahwa 26 di antaranya akan menjadi anggota penuh dalam forum tersebut. Indonesia termasuk dalam daftar negara yang sudah mengonfirmasi kehadirannya, menunjukkan komitmen negara ini dalam diplomasi internasional dan upaya perdamaian global.

Dukungan dari Asia dan Timur Tengah, Kehati-hatian Eropa

Menurut laporan dari Al Jazeera pada Rabu, 18 Februari 2026, negara-negara dari kawasan Asia dan Timur Tengah telah menunjukkan minat yang signifikan untuk menghadiri forum ini. Respons positif dari wilayah-wilayah ini mencerminkan harapan akan peran Dewan Perdamaian dalam menyelesaikan konflik regional.

Di sisi lain, sebagian negara-negara Eropa memilih untuk bersikap lebih hati-hati. Sikap ini mungkin dipengaruhi oleh pertimbangan politik dan sejarah hubungan dengan Amerika Serikat, serta menunggu perkembangan lebih lanjut dari agenda dan tujuan konkret forum tersebut.

Implikasi dan Harapan ke Depan

Pertemuan perdana Dewan Perdamaian ini dianggap sebagai langkah penting dalam diplomasi global pasca-era kepemimpinan Trump sebelumnya. Dengan partisipasi aktif dari berbagai negara, termasuk Indonesia, forum ini berpotensi untuk:

  • Mendorong dialog antarnegara dalam menyelesaikan sengketa secara damai.
  • Memperkuat kerja sama internasional di bidang keamanan dan perdamaian.
  • Memberikan kontribusi nyata terhadap stabilitas global di tengah tantangan geopolitik yang kompleks.

Keberhasilan pertemuan ini akan sangat bergantung pada kemampuan untuk menarik partisipasi yang lebih luas dan menghasilkan kesepakatan-kesepakatan yang berdampak positif bagi masyarakat internasional.