China Tegaskan Serangan AS-Israel ke Iran Sebagai Akar Penutupan Selat Hormuz
China: Serangan AS-Israel ke Iran Akar Penutupan Selat Hormuz

China Tegaskan Serangan AS-Israel ke Iran Sebagai Akar Penutupan Selat Hormuz

Beijing - Pemerintah China secara tegas menyatakan bahwa operasi militer ilegal yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran merupakan akar penyebab dari gangguan navigasi dan blokade yang terjadi di Selat Hormuz. Pernyataan ini disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, dalam sebuah konferensi pers di Beijing, sebagai respons terhadap seruan terbaru dari mantan Presiden AS Donald Trump.

Seruan Trump dan Respons China

Dalam pidatonya di Gedung Putih pada Rabu malam, Donald Trump mendesak negara-negara yang bergantung pada pasokan minyak melalui Selat Hormuz untuk mengambil alih dan melindungi jalur perairan strategis tersebut. "Kita akan membantu, tetapi mereka harus memimpin dalam melindungi minyak yang sangat mereka andalkan," ucap Trump. Bahkan, dia mendorong negara-negara tersebut untuk "rebut saja, lindungi, gunakan untuk diri Anda sendiri".

Mao Ning menanggapi dengan tegas, "Akar penyebab gangguan navigasi melalui Selat Hormuz adalah operasi militer ilegal Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran." Dia menekankan bahwa pendekatan militer tidak akan menyelesaikan konflik ini dan justru dapat memperburuk situasi bagi semua pihak yang terlibat.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dampak Global dari Penutupan Selat Hormuz

Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital untuk pasokan minyak dan gas global, telah mengalami pembatasan aktivitas perlintasan sejak awal Maret lalu akibat perang berkelanjutan antara AS-Israel dan Iran. Hal ini telah memicu gangguan signifikan dalam rantai pasokan global, menyebabkan:

  • Peningkatan biaya pengiriman dan logistik
  • Lonjakan harga minyak global sebesar 40-50 persen
  • Dampak negatif pada berbagai industri, terutama sektor penerbangan

Sebagai pembeli utama minyak Iran, China merasakan dampak langsung dari krisis ini. Beberapa maskapai penerbangan China, termasuk Air China, telah mengumumkan kenaikan biaya tambahan bahan bakar untuk penerbangan domestik mulai Minggu mendatang, sebagai respons terhadap kenaikan harga minyak yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah.

Seruan untuk Gencatan Senjata dan Solusi Damai

Di tengah eskalasi ketegangan, Mao Ning juga menyerukan gencatan senjata segera di kawasan Timur Tengah. "Cara militer pada dasarnya tidak dapat menyelesaikan masalah ini, dan peningkatan konflik bukanlah kepentingan kedua belah pihak," katanya. Dia mendesak semua pihak terkait untuk menghentikan operasi militer dan mencari solusi diplomatik.

Seruan ini datang setelah Trump memberikan sinyal bahwa AS siap mengintensifkan respons militernya terhadap Iran dalam beberapa minggu ke depan, bahkan mengancam akan membombardir Iran hingga kembali ke "Zaman Batu". China menegaskan bahwa ancaman semacam ini hanya akan memperburuk situasi dan menimbulkan konsekuensi yang lebih luas bagi stabilitas global.

Dengan demikian, China tidak hanya mengkritik aksi militer AS dan Israel, tetapi juga menawarkan perspektif bahwa penyelesaian damai adalah satu-satunya jalan untuk mengembalikan stabilitas di Selat Hormuz dan pasar energi global.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga