China Peringatkan AS Soal Taiwan: Bisa Picu Konfrontasi Serius
Pemerintah China telah mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat mengenai masalah Taiwan. Beijing menegaskan bahwa tindakan AS yang dianggap "berkomplot" terkait Taiwan dapat memicu "konfrontasi" yang serius antara kedua negara. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, dalam pidatonya di Konferensi Keamanan Munich di Jerman.
Peringatan Resmi dari Menlu China
Wang Yi menyatakan bahwa di masa depan, Amerika Serikat mungkin akan mengadopsi kebijakan yang melibatkan "menghasut dan berkomplot untuk memecah belah China melalui Taiwan". Hal ini, menurutnya, melanggar garis merah China dan sangat berpotensi menyebabkan konfrontasi langsung antara China dan Amerika Serikat. Ia menambahkan bahwa China berharap Washington dapat mengambil pendekatan yang "positif dan pragmatis", namun Beijing juga siap menghadapi berbagai risiko yang mungkin timbul.
Klaim Kedaulatan dan Ketegangan yang Berlanjut
China secara konsisten mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya yang berdaulat dan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan untuk menguasai pulau demokratis tersebut. Amerika Serikat, di sisi lain, telah lama menjadi pendukung utama dan penyedia senjata terbesar bagi Taiwan. Dalam potensi konflik dengan China, Taiwan sangat bergantung pada dukungan dari AS, yang semakin memperuncing ketegangan antara Beijing dan Washington.
Hubungan dengan Jepang Jadi Sorotan
Selain membahas Taiwan, Wang Yi juga menyinggung hubungan China dengan Jepang, yang telah mengalami ketegangan berat sejak Perdana Menteri Sanae Takaichi menjabat pada Oktober tahun lalu. Ia memperingatkan bahwa rakyat Jepang tidak boleh lagi dimanipulasi oleh kekuatan sayap kanan atau mereka yang berupaya menghidupkan kembali militerisme. Wang menegaskan bahwa semua negara pencinta damai harus mengirimkan peringatan jelas kepada Jepang: jika memilih jalan tersebut, mereka hanya akan menuju kehancuran diri sendiri.
Konferensi Keamanan Munich menjadi panggung bagi China untuk menyuarakan kekhawatirannya atas kebijakan luar negeri AS, terutama dalam konteks Taiwan dan stabilitas regional di Asia Timur. Peringatan ini menandai eskalasi dalam retorika diplomatik antara dua kekuatan global tersebut, dengan implikasi yang dapat memengaruhi perdamaian dan keamanan internasional.