ISLAMABAD, Kompas.com - Upaya untuk mengakhiri konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di kawasan Teluk dilaporkan semakin mendekati titik terang. Seorang sumber dari Pakistan yang bertindak sebagai mediator dalam perundingan tersebut menyampaikan kepada Reuters bahwa kedua belah pihak kini hampir menyepakati sebuah nota kesepahaman awal yang bertujuan untuk mengakhiri permusuhan yang telah berlangsung lama.
Mediator Pakistan Ungkap Kemajuan Signifikan
“Kami akan segera menutup ini. Kami sudah sangat dekat,” ujar sumber tersebut kepada Reuters pada Rabu, 6 Mei 2026. Pernyataan ini menegaskan bahwa proses diplomasi yang dimediasi oleh Pakistan telah mencapai tahap krusial. Sumber yang sama juga membenarkan laporan sebelumnya yang dirilis oleh Axios, yang mengutip dua pejabat AS dan dua sumber lain yang memiliki pengetahuan langsung mengenai jalannya pembicaraan.
Nota Kesepahaman sebagai Langkah Awal
Nota kesepahaman yang tengah dirumuskan ini dipandang sebagai landasan awal untuk membangun kerangka kerja sama yang lebih komprehensif antara kedua negara. Meskipun detail spesifik dari dokumen tersebut belum diungkapkan secara resmi, para pengamat menilai bahwa kesepakatan ini dapat membuka jalan bagi penurunan ketegangan yang telah memicu kekhawatiran akan konflik berskala besar di kawasan Timur Tengah.
Pakistan, yang selama ini dikenal memiliki hubungan baik dengan kedua pihak, memainkan peran penting sebagai penengah. Mediasi ini menunjukkan bagaimana negara-negara di kawasan dapat berkontribusi dalam menyelesaikan sengketa internasional yang kompleks.
Belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah AS maupun Iran mengenai perkembangan ini. Namun, sumber-sumber yang dekat dengan perundingan menyatakan optimisme bahwa kesepakatan dapat diumumkan dalam waktu dekat. Masyarakat internasional pun menanti langkah konkret yang akan diambil setelah nota kesepahaman ditandatangani.



