Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, akan memprioritaskan penanganan wilayah rukun warga (RW) kumuh yang padat penduduk, khususnya yang berada di Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Kedua wilayah tersebut dinilai menjadi titik dengan jumlah RW kumuh terbanyak di Ibu Kota.
Prioritas Penanganan di Wilayah Padat Penduduk
“Dengan ada beberapa yang menjadi prioritas RW terutama di daerah-daerah yang padat penduduk, yang paling banyak adalah di Jakarta Barat dan Jakarta Utara,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (6/5/2026). Ia mencontohkan kawasan Tambora di Jakarta Barat sebagai wilayah yang membutuhkan penanganan lebih intensif. Pramono mengaku telah berkeliling ke banyak kelurahan untuk melihat langsung kondisi di lapangan. “Memang beberapa itu di Barat, terutama misalnya Tambora dan sebagainya. Nanti kami akan turun untuk itu,” tambahnya.
Penurunan Jumlah RW Kumuh Berdasarkan Data BPS
Penanganan RW kumuh akan didasarkan pada data akurat hasil kolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS). Data tersebut menjadi dasar pemerintah dalam menentukan prioritas intervensi dan kebijakan. Berdasarkan hasil pendataan terbaru, jumlah RW kumuh di Jakarta tercatat sebanyak 211 dari total 2.749 RW. Angka ini menurun signifikan dibandingkan tahun 2017 yang mencapai 445 RW. Pramono menilai penurunan hampir 52 persen ini patut disyukuri, meskipun ia tidak mengklaim seluruhnya sebagai hasil kerja pemerintahannya. “Dengan jumlah penduduk yang bertambah dan persoalan yang semakin kompleks, ada penurunan hampir 52 persen lebih, menurut saya ini hal yang luar biasa,” katanya.
Metode Pendataan Kombinasi Lapangan dan Citra Satelit
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa pendataan RW kumuh dilakukan menggunakan kombinasi metode lapangan dan teknologi citra satelit. Pendekatan ini mampu meningkatkan akurasi dalam memotret kondisi wilayah. “Pendataan langsung di lapangan kami kalibrasi dengan metodologi citra satelit, sehingga hasilnya lebih akurat,” ujar Widy. Ke depan, Pemprov DKI bersama BPS akan melanjutkan verifikasi terhadap ribuan RW lainnya untuk memastikan kondisi terkini sekaligus memperkuat basis data dalam upaya penanganan kawasan kumuh di Jakarta.



