Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah memastikan bahwa anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun depan akan turun secara signifikan. Dari semula Rp268 triliun, anggaran tersebut diperkirakan menjadi sekitar Rp174 triliun. Penyesuaian ini dilakukan berdasarkan jumlah titik Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) dan total siswa penerima manfaat.
"Sehingga hitungan saya, kalau juga di luar anggaran pendidikan, ada anggaran kesehatan yang masuk seperti umpamanya stunting, ibu hamil, itu tidak lebih dari Rp174 triliun," kata Said di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (6/7). "Kalau dari Rp268 triliun ke Rp174 triliun ya tinggilah," imbuh dia.
Pemerintah Sebelumnya Sudah Memangkas Pagu MBG
Sebelumnya, Pemerintah telah memangkas pagu program MBG pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2026 dari semula senilai Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun. Keputusan ini merupakan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan dana program MBG dapat dikelola dengan lebih efisien.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Mei 2026 menjelaskan bahwa penghematan ini dilakukan agar dana Badan Gizi Nasional (BGN) bisa digunakan lebih efektif dan efisien.
Realisasi Anggaran Hingga April 2026
Realisasi penyaluran anggaran MBG hingga 30 April 2026 tercatat sebesar Rp75 triliun. Dana tersebut telah menjangkau 61,96 juta penerima manfaat serta 27.952 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"MBG sudah mencapai Rp75 triliun, itu 22,4 persen dari APBN yang sebesar Rp335 triliun. Tapi nanti bukan Rp335 triliun. Ada penghematan tertentu sesuai dengan instruksi Presiden, sehingga dana Badan Gizi Nasional (BGN) bisa dipakai lebih efektif dan efisien," kata Purbaya beberapa waktu lalu.
Dampak Penurunan Anggaran
Penurunan anggaran ini tentu berdampak pada cakupan program MBG. Dengan anggaran yang lebih kecil, pemerintah harus memastikan bahwa program tetap berjalan optimal dan tepat sasaran. Said Abdullah menekankan bahwa penurunan ini sudah memperhitungkan jumlah penerima dan kebutuhan di lapangan.
Program MBG sendiri merupakan salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo Subianto yang bertujuan untuk meningkatkan gizi anak sekolah dan ibu hamil. Efisiensi anggaran diharapkan tidak mengurangi kualitas layanan yang diberikan.



