Wamendagri Bima Tutup Praktik Lapangan IPDN di Aceh Tamiang, Tekankan Kepemimpinan
Wamendagri Bima Tutup Praktik Lapangan IPDN di Aceh Tamiang

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto secara resmi menutup kegiatan Praktik Lapangan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Gelombang III di Kabupaten Aceh Tamiang. Penutupan dilakukan melalui apel yang digelar di Lapangan Basket Kota, Dusun Amalia, Desa Kota Kuala Simpang, pada Rabu, 29 April 2026. Dalam kesempatan tersebut, Bima menekankan pentingnya kepemimpinan, adaptasi, dan kerja sama dalam menghadapi dinamika pemerintahan.

Kontribusi Praja IPDN dalam Pemulihan Wilayah

Selama pelaksanaan kegiatan, para praja IPDN terlibat dalam berbagai upaya pemulihan wilayah. Pada gelombang pertama, mereka fokus pada perbaikan kantor pemerintahan, sementara pada gelombang berikutnya, mereka turut serta dalam pemulihan permukiman dan fasilitas umum. Menurut Bima, keterlibatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran penting bagi para praja dalam membentuk karakter kepemimpinan di masa depan.

Latihan Kepemimpinan di Lapangan

Bima menegaskan bahwa pengalaman di Aceh Tamiang merupakan bagian dari proses pembentukan calon pemimpin birokrasi yang tangguh. "Bumi Aceh Tamiang yang menjadi kawah candradimuka bagi calon para pemimpin birokrasi Indonesia di masa depan yaitu kalian semua," ujar Bima di hadapan para praja. Ia menjelaskan bahwa selama penugasan, para praja tidak hanya diuji secara fisik, tetapi juga mental. Pengalaman ini menjadi gambaran awal dari tantangan yang akan dihadapi saat terjun langsung di dunia pemerintahan. "Satu bulan ini adalah simulasi. Satu bulan ini adalah uji coba yang tidak seujung kuku dari apa yang akan kalian hadapi di masa depan nanti," tambah Bima. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa selama menjalankan tugas di Aceh Tamiang, praja IPDN semakin terlatih untuk memperkuat kerja sama, yang akan sangat berguna di dunia pemerintahan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pentingnya Adaptasi dan Kolaborasi

Di sisi lain, aspek lain yang menjadi tantangan besar adalah menyatukan visi dari latar belakang praja yang beragam. Sebagai seorang pemimpin, kata Bima, praja harus terbiasa dengan perbedaan, baik dari aspek budaya, etnik, agama, maupun kepercayaan. Ia meyakini bahwa mereka yang mampu menyesuaikan diri dengan perbedaan akan menjadi pemimpin unggulan di masa depan. "Saya bangga, saya berdiri di sini bersama Pak Bupati, bersama Pak Wakil Rektor, melepas kalian dengan penuh rasa bangga dan menatap hasil dari keringat dan jerih payah kalian yang sangat nyata dan sangat bermanfaat bagi warga Aceh Tamiang," ujar Bima.

Dalam kesempatan tersebut, Bima juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang yang telah mendukung kinerja praja IPDN. Ia sekaligus menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan tugas terdapat hal-hal yang kurang berkenan. "Kami mendoakan agar Bapak/Ibu semua warga Aceh Tamiang berkehidupan dengan normal dan insyaAllah bahkan jauh lebih baik lagi," tandasnya. Turut hadir pada kegiatan tersebut Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, pejabat pimpinan tinggi madya di lingkungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan IPDN, serta pihak terkait lainnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga